oleh

Ekonomi RI Tumbang, Gerindra: Pemerintah Insaflah!

indonesiakita.co – Politisi Partai Gerindra Ferry Juliantono menyebut pemerintah telah mematikan ekonomi Indonesia. Hal ini terjadi menurutnya, karena menurunnya tingkat produksi dan distribusi perdagangan di tanah air.

Ia menyebut, kekuatan impor barang industri sangat berlebihan, dan produksi tradisional semakin terhimpit.

“Bagaimana tidak mati, kekuatan produksi bangsa justru diganti dengan impor barang industri. Kekuatan produksi pertanian pun dihancurkan lewat impor komoditas pertanian. Retail modern memiliki akses ke pabrikan karena bermodal besar.

“Mereka bisa mendapat harga khusus pabrikan. Sementara pasar tradisional, Itu bisa mendapat barang seperti komoditas gula setelah melewati 4-5 rantai distribusi. Akhirnya, pasar tradisional akan gulung tikar dan menimbulkan kemiskinan baru,” tegasnya dikutip dari keterangannya, kemarin.

Selain itu menurutnya, pemerintah juga tak memberikan ruang bagi para pedagang tradisional. “Termasuk pedagang pasar yang lebih dari 12 juta orang itu, faktanya, pemerintah seperti ‘alergi’ memberdayakan mereka. Malah kekuatan retail modern terkesan menjadi anak emas.

“Diharapkan pemerintah segera insaf dan mencari jalan keluar guna memprioritaskan bangkitnya ekonomi rakyat,”tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menjelaskan, meluasnya pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan pada daya beli masyarakat yang berlanjut pada melemahnya transaksi dagang di pasar. Bahkan, dampak dari penurunan jumlah pembeli tersebut Agus turut menyebabkan beberapa pasar tutup.

Ia menjelaskan, dari pemantauan di 285 kabupaten dan kota, terjadi penurunan jumlah pedagang di pasar tradisional sebanyak 29 persen, sementara omzet pedagang pasar tersebut turun sebesar 39 persen.

“Hal ini perlu ditangani segera supaya nasib pedagang kecil termasuk petani, nelayan, peternak, dan industri kecil yang mensuplai produknya ke pasar tidak semakin terpuruk,” ujar Agus melalui rilis pada Sabtu (2/5/2020) lalu.

Meski demikian, ia juga berharap agar pasar tradisional pada setiap provinsi, kabupaten, kota, dan desa tetap beroperasi dengan mematuhi protokol kesehatan. Hingga 2019, jumlah pasar tradisional di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 15.657. Jumlah tersebut bertambah 1.475 pasar atau 10.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (Fel)

Komentar

News Feed