oleh

Manis! Begini Cara Luhut Ngeles Soal Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta

indonesiakita.co – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, mengakui kesalahan pemerintah soal terjadinya penumpukan penumpang di Terminal II Bandara Soetta pada 14 mei lalu. Bahkan, ia menyalahkan operator penjual tiket penerbangan.

“Itu juga kita salah tapi kita tata lagi supaya pemberangkatan itu bisa (sesuai protokol kesehatan). Tadi pagi saya lihat jaraknya sudah lumayan. Penjual juga harus tahu dong, kalau jual tiket jangan penuh, harus beberapa persen saja supaya ada jaga jarak,” ujarnya, dalam Bincang Khusus Sesi IV RRI, Jakarta, Sabtu (16/5) kemarin.

Sama halnya dengan operasional Kereta Commuter Jakarta-Bogor yang padat. Dia mengakui implementasi yang diterapkan pemerintah saat itu kurang baik. “Sama dengan kereta api Bogor (KRL) itu yang pertama kan kurang baik,” tegasnya.

Sebelumnya, Senior Manager Branch Communications and Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga mengatakan, calon penumpang harus verifikasi kelengkapan dokumen sebagai syarat untuk bisa memproses check in.

“Seperti diketahui, pada masa pengecualian dalam pembatasan penerbangan ini, calon penumpang harus verifikasi kelengkapan dokumen sebagai syarat untuk bisa memproses check in. Verifikasi dokumen dilakukan oleh personel gabungan dari sejumlah instansi yang masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang ada di posko pemeriksaan,” ujarnya, Kamis (14/5) lalu.

Sebagai informasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merestui kembali beroperasinya seluruh moda transportasi sejak 7 Mei 2027 melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dan berlakunya Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dimana surat Edaran ini berisi tentang teknis Permenhub tersebut dan dalam operasionalnya diharuskan untuk melayani pengguna terkait urusan pekerjaan, bukan mudik.

Para penumpang harus membawa dokumen yang diverifikasi sebagai syarat agar calon penumpang dapat memproses check in, antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat bebas Covid-19, dan dokumen lainnya seperti tertera dalam SE Nomor 4 Tahun 2020. (Fel)

Komentar

News Feed