oleh

IDI Minta Pemerintah Siap Soal Angka Kelahiran dan Kondisi Ekonomi RI

indonesiakita.co – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai angka kelahiran akan meningkat pada tahun 2021. Diketahui, saat ini banyak masyarakat berdiam diri di rumah, tentunya membuat pasangan suami istri lebih sering menuai cinta kasih saat bersama.

“Angka kelahiran dan angka kehamilan yang tidak diinginkan selama 5 bulan yang berjalan bisa meningkat 100-200 persen,” ujar Dewan Pakar IDI, Abidinsyah Siregar, dalam diskusi virtual Populi Center dan Smart FM Network bertajuk ‘Perlukah Satgas Ekonomi?

Ia mengatakan, dalam kondisi normal saja, angka kelahiran 5 juta per tahun sudah menjadi beban negara. Jika terjadi peningkatan angka kehamilan dalam kondisi saat ini maka akan ada lonjakan penduduk di masa yang akan datang. “Kita bicara ini satu generasi yang kalau tidak diperhatikan akan menimbulkan masalah baru bagi negara,” tegasnya.

Permasalahan ini akan berdampak pada satu generasi. Virus asal Wuhan-China ini bukan sekedar penyakit biasa. Melainkan bisa mematikan produktivitas seseorang sampai 14 hari.

Belum ada juga yang bisa memastikan kapan pandemi ini berakhir. Bahkan yang ditakutkan virus ini menjadi endemik karena telah bermutasi setelah sekian lama. Akibatnya produktivitas akan terganggu. “Ini takutnya jadi endemik, menghabiskan hari produksi kita karena harus diisolasi,” sambungnya.

Abidinsyah juga menyebut jumlah orang yang berusia lanjut saat ini tidak sedikit. Virus corona membuat defisit BPJS Kesehatan membengkak karena klaim dari generasi tua. “Defisit anggaran bisa meledak. Bantuan sosial itu akan segera habis, pasti habis, kalau tidak dikasih ribut,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed