oleh

Banyak yang Curiga, Kartu Prakerja Diminta Jadi Bansos

indonesiakita.co – Program Kartu Prakerja dinilai tak dapat bisa menjadi jaring pengaman bagi para korban PHK. Oleh karena itu, diharapkan pembiayaan tersebut dialihkan menjadi bantuan sosial bagi para mantan pekerja yang dihentikan perusahaan karena pandemi corona.

Hal ini disampaikan oleh ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira kemarin di Jakarta, (11/5). Ia mengatakan, bahwa langkah mengalihkan biaya tersebut tidak sulit, mengingat data korban PHK pasti sudah tercatat di data BP Jamsostek.

“Soal kartu prakerja ini sebaiknya dirombak total jadi bantuan sosial khusus pada korban PHK jadi sangat spesifik by name by address. Datanya kan sudah ada di BPJamsostek dan bisa diverifikasi di perusahaan yang melakukan PHK. Jadi itu lebih efektif,” teganya.

Terlebih, sejumlah masalah juga terjadi di beberapa daerah mengenai adanya pembagian bansos yang tidak merata. “Ya, kan datanya semua sudah ada,” tutup Bhima.

Selain itu sebelumnya pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing mendesak pemerintah transparan terkait pelaksanaan program Kartu Prakerja yang menjadi andalan presiden Jokowi. Ia menilai bahwa pentingnya masyarakat mengetahui baik prosedur, serta anggaran dalam program itu.

“Sangat penting, agar publik tau, dan berbagai persoalan soal kartu prakerja ini menjadi klir, saya kira perlu diskusi publik. Di situ dibongkar mulai dari prosedur penganggaran, alokasi dan rasionalitas biaya untuk apa saja,” tegasnya, di Jakarta (30/4) lalu.

Ia juga mempertanyakan, soal persetujuan, penunjukan penyedia pelatihan, serta teknis pelaksanaannya. “Ingat, ini uang rakyat. Tidak boleh sepeser pun ditelan oleh ‘virus corona’. Harus diungkap semuanya, termasuk penunjukan penyedia pelatihan,” tegasnya.

Komentar

News Feed