oleh

Surat Utang Corona Batal, Rizal Ramli: Bijaklah, Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah

indonesiakita.co – Rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan surat utang khusus untuk penanganan pandemi Corona atau pandemic bonds akhirnya dibatalkan. Hal itu terungkap dalam paparan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat rapat dengan Komisi XI DPR. Dijelaskan, bahwa penerbitan surat berharga negara dalam rangka pandemi Covid-19 tidak dilakukan melalui seri khusus atau pandemic bonds.

Ia mengatakan, bahwa pemerintah hanya akan menerbitkan surat utang secara keseluruhan seperti biasanya, baik melalui lelang maupun private placement kepada investor di dalam maupun luar negeri.

“Penerbitan SBN dalam rangka pandemi COVID-19 tidak dilakukan melalui seri khusus, melainkan menjadi bagian dari penerbitan SBN secara keseluruhan, yaitu baik melalui lelang, ritel, maupun private placement, baik dalam dan/atau luar negeri,” tulis bahan materi tersebut, di Jakarta, Kamis (7/5/2020) kemarin.

Sebagaimana diketahui, rencana penerbitan surat utang negara secara keseluruhan ini masuk ke dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penerbitannya pun dilaksanakan dalam suatu skema khusus yang terpisah. Saat ini rencana itu masih dalam koordinasi intensif dengan Bank Indonesia.

Adapun soal rencana tersebut, sebelumnya telah mendapat penolakan dari ekonom senior Rizal Ramli. Bahkan mantan Menko Ekuin era Gusdur itu menilai rencana pencarian sumber dana stimulus dampak Covid-19 yang dianggarkan mencapai Rp 405 triliun akan berdampak negatif terhadap perekonomian RI.

“Kita ini gak sadar terus menerus selesaikan masalah dengan masalah, doyannya kok ngutang terus!. Tanpa governance dan transparansi yang benar, recovery bond kemungkinan hanya akan jadi skandal keuangan berikutnya,” tegasnya  pada Selasa (31/3) lalu.

Rizal juga menyarankan agar dalam  setiap menyelesaikan masalah tidak terus menerus dengan menggunakan utang.

“Jangan gengsi. Gunakan uang proyek infrastruktur Rp 430 triliun, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kurang lebih Rp 270 triliun untuk membantu kebutuhan pokok pekerja harian dan rakyat miskin. Ajak tentara, polisi, sopir ojol, RT/RW untuk distribusi makanan,” tegas Rizal saat itu.

Mengenai keputusan pembatalan tersebut, Rizal mengaku senang dan mengingatkan agar pemerintah lebih bijak dalam menyelesaikan masalah ekonomi di tengah pandemi corona. “ Logikanya.. kita ngutang, keluarkan anggaran, untuk mengantisipasi kondisi ekonomi kita punya saving money dan itu juga dari utang, apa gak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah tanpa masalah, bijaklah.. pakai dana yang ada, berikan prioritas pada rakyat, dananya ada kok,” tegas Rizal, hari ini singkat. (Fel)

Komentar

News Feed