oleh

Diskusi Rizal Ramli Vs Refly Harun: Rakyat Lapar, Jangan Main-main Deh!

indonesiakita.co – Pakar Hukum Refli Harun mewawancarai ekonom senior Rizal Ramli dalam akun Youtube pribadinya yang bertajuk Dicecar (Dialog Cerdas Ala Refly). Dalam pembicaraan tersebut keduanya tampak seru membicarakan soal banyak hal.

Dalam kesempatan tersebut Refly mempertanyakan soal ‘Omnibus Gombal’ dan Begal Digital yang disebut-sebut Rizal Ramli. “Omnibus Gombal packagingnya penggunaan istilahnya keren, seolah menciptakan lapangan kerja, menaikkan investasi, kemudian memicu pertumbuhan ekonomi. Tapi pertanyaaannya sampai hari ini, tidak ada penjelasan berapa investasi yang didapat, berapa lapangan kerja yang diciptakan, berapa pertumbuhan ekonomi yang dicapai, jadi banyak gombalismenya daripada kontennya,” ungkap Rizal.

Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga menjelaskan, bahwa bukan ia saja yang menyatakan hal-hal tersebut, ada pula mantan Sekneg Bambang Kesowo yang juga menuliskan artikelnya di laman Kompas, dimana ia menjelaskan, bahwa terdapat ‘penumpang gelap’ dalam sejumlah Undang-undang yang diciptakan hari ini.

“Banyak penumpang gelap di belakang UU ini, terutama raja hutan, raja tambang yang sudah 30 tahun harus dikembalikan ke negara., Di dalam Omnibus ini dibuat perpanjang kepad apemilik yang lama, merekalan sponsor di belakang ini,” jelas Rizal.

Refli juga mempertanyakan soal Begal Digital. Rizal menjelaskan bahwa istilah tersebut bahwa generasi muda agar fokus pada inovasi. “tapi ternyata stafsu-stafsus ini malah nebeng kekuasaan, ada conflicy of interest, dan ambil anggaran negara yang sangat besar masuk pada provider ternyata banyak yang bilang kerjaan tersebut tidak biasa saja, tak ada yang istimewa pada programnya,” sebut Rizal.

Rizal juga berharap agar program Kartu kerja tersebut dihapus, karena menurutnya tidak bermanfaat, dan dialihkan menjadi bantuan kepada rakyat yang membutuhkan bantuan disaat pandemi corona seperti saat ini.

Refly kemudian mempertanyakan, apakah jika seandainya pemerintah menerapkan Lockdown dan memberikan kebutuhan pada masyarakat kemudian anggarN yang dimiliki pemerintah mencukupinya.

“Cukup, sangat cukup, dan ini sudah saya katakan berkali-kali, kan ada anggaran infrastruktur dan ibukota baru. Refly… masyarakat kita ini akan tenang kalau perutnya kenyang, tapi kalau lapar mereka pikirannya akan ngaco. Saya jujur sebetulnya sudah kesal sekali dengan kondisi ini, tolonglah jangan main-main dengan kesabaran rakyat, jangan becanda deh dengan rakyat!,” ketus Rizal. (Fel)

Komentar

News Feed