oleh

Rizal Ramli: Uangnya Ada Dikantong, Pakai Dong untuk Rakyat, Ngapain Tender Tol?

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang dianggapnya ‘mencla-mencle’ dalam penanganan wabah virus corona. Hal ini ia kemukakan terkait adanya penawaran 6 proyek tol kepada pihak swasta.

Ia juga mempertanyakan, bahwa komitmen negara seharusnya mengedepankan rakyat dalam keadaan krisis seperti saat ini.

“Masyarakat kita sedang kesusahan, mereka butuh bantuan cepat, uangnya ada, kok masih disimpan dikantong saja, gunakan dong.., ini malah tender proyek tol, uangnya buat apa?,” tegasnya hari ini kepada indonesiakita.co.

Ia lantas menyindir Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, terkait komitmen beberapa waktu lalu dengan pernyataannya yang menyebutkan ada anggaran infrastruktur yang akan dialokasikan untuk penanganan wabah corona.

“Ampun deh, ada Menteri yang ngomong akan alihkan (realokasi) dana infrastruktur utk atasi dampak Corona. Ini piye toh tender proyek infrastruktur jalan terus. “Mas Basuki @BIM_PUPR jangan gitu dong. Amburadul  amat sih koordinasi?,” tulis Rizal Ramli?” terang Rizal Ramli dalam akun Twitter pribadinya, kemarin.

Rizal pernah menegaskan, bahwa anggaran infrastruktur seperti saat ini yang dimiliki bisa dialokasikan untuk kepentingan rakyat. “kitaada uang proyek infrastruktur sebesar 430 triliun, ada juga dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kurang lebih Rp 270 triliun untuk membantu kebutuhan pokok pekerja harian dan rakyat miskin. Ajak tentara, polisi, sopir ojol, RT/RW untuk distribusi makanan,” jelas Rizal beberapa waktu lalu.

Selain itu, Menteri Basuki memang sempat menyebutkan hal tersebut, yakni terakit anggaran infrastruktur untuk penanganan wabah corona. “Kami ditugaskan Kementerian Keuangan untuk merealokasi anggaran sebesar Rp24,53 triliun dari DIPA PUPR tahun 2020 yang sebesar Rp120 triliun,” ujar Basuki Selasa (7/4) lalu.

Basuki mengatakan jumlah anggaran yang direlokasi tersebut disesuaikan Kementerian Keuangan dengan kebutuhan nasional untuk menangani tiga prioritas penanggulangan wabah virus corona.

Prioritas tersebut adalah, membantu sektor kesehatan dalam melindungi publik dari pandemi Covid-19,  memberikan jaringan pengaman sosial atau social safety net bagi masyarakat miskin yang terdampak penyakit tersebut, dan membantu industri konstruksi terutama UMKM guna mencegah PHK serta menjaga daya beli masyarakat di pedesaan.

Sebagai informasi, setidaknya ada enam proyek yang ditawarkan ke pihak swasta dengan nilai Rp 80,5 triliun.

Enam proyek yang dimaksud meliputi jalan tol Semanan-Balaraja dengan nilai investasi Rp 15,5 triliun, jalan tol Cikunir-Ulunami dengan nilai investasi Rp 21,5 triliun, jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat dengan nilai investasi Rp 15,3 triliun, jalan tol akses Patimban dengan nilai investasi Rp 7,5 triliun, jalan tol Semarang Harbour Rp 11,7 triliun, dan Jembatan Batam-Bintan dengan nilai Rp 8,7 triliun.

“Kementerian PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) atau Government Contracting Agency proyek KPBU menyelenggarakan market sounding dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada para investor dan pemangku kepentingan terkait proyek-proyek KPBU yang akan dikerjasamakan,” ujar Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR Hery Trisaputra Zuna dalam acara market sounding, Kamis (30/4) lalu. (Waw)

Komentar

News Feed