oleh

Waspada, Mafia Penjual Kebutuhan Pokok Merajalela Disaat Pandemi Corona!

indonesiakita.co – Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono menjelaskan, bahwa ada ratusan pedagang daring yang diberikan sanksi. “Secara total terdapat 312 akun pedagang daring di semua lokapasar yang diberikan sanksi dengan menutup (takedown) akunnya dan menghilangkan tautan (link) dari toko daring (merchant),” kata Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono dilansir dari laman Kemendag, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, perusahaan atau mereka yang memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 ini dengan menjual produk alat kesehatan berkualitas rendah dan menjual harga kebutuhan pokok secara tidak wajar di atas harga eceran tertinggi (HET) seperti diatur dalam Permendag No.7 Tahun 2020, tentu dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen No.8 Tahun 1999 danbahkan Undang-Undang Perdagangan No. 7 Tahun 2014.

 

Adapun ke- 312 pedagang yang terkena sanksi tersebut antara lain, yang menjual produk alat kesehatan yang terindikasi menjual dengan harga tinggi dan berkualitas rendah, yaitu hand sanitizer (95 pedagang daring di 9 lokapasar), masker (25 pedagang daring di 8 lokapasar), dan produk kalung Virus Shut Out (49 pedagang daring di 8 lokapasar).

“Sedangkan produk barang kebutuhan pokok yang terindikasi menjual di atas HET adalah gula kristal putih atau GKP (terkait harga) sebanyak 53 pedagang daringdi 8 lokapasar, 52 pedagang daring minyak goreng (terkait harga) di 8 lokapasar, 38 pedagang daring bawang putih (terkait harga) di 5 lokapasar, dan 3 pedagang daring gula kristal rafinasi atau GKR (tidak sesuai peruntukan) di 1 lokapasar.

Adapun pengawasan terkait dengan harga juga dilakukan terhadap produk makanan yang dikemas ulang (re-packing) dan daging beku yang dijual melalui lokapasar dan media sosial,” tutupya. (Fel)

Komentar

News Feed