oleh

Terombang-ambing, Nasib Gaji ke-13 Guru Tak Semudah Ruangguru!

indonesiakita.co – Nasib para aparatur negara tampaknya semakin tak menentu. Bagaimana tidak, jika sebelumnya tunjangan guru akan dipotong sebesar Rp 3 triliun, kini kebijakan pemerintah soal gaji ke-13 masih belum jelas.

Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menyampaikan, bahwa kemungkinan gaji ke-13 akan diberikan pada Oktober atau November 2020.

Yustinus mengatakan langkah tersebut diambil karena pemerintah ingin memprioritaskan penggunaan anggaran negara untuk penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia. “Terinfo (gaji ke-13) baru akan diputuskan antara Oktober atau November mendatang. Prioritas (sat ini) ke upaya dan program penanganan Covid-19 dulu,” ujarnya, hari ini.

Ia menambahkan, bahwa sampai dengan saat ini  diskusi mengenai pemberian gaji ke-13 itu belum dibicarakan sama sekali. Saat ini, pembicaraan soal insentif bagi PNS baru terbatas pemberian THR. “Sejauh ini yang sudah diputuskan baru THR ASN,”ungkapnya.

Nasib PNS memang belakangan ini menjadi sorotan publik setelah sebelumnya terjadi pemangkasan anggaran pada sektor guru.Sebagaimana diketahui, dimana dalam lampiran Perpres 54/2020 diketahui tunjangan guru setidaknya dipotong pada tiga komponen.

Yakni tunjangan profesi guru PNS daerah dari yang semula Rp 53,8 triliun menjadi Rp 50,8 triliun, kemudian penghasilan guru PNS daerah dipotong dari semula Rp 698,3 triliun menjadi Rp 454,2 triliun. Terakhir, pemotongan dilakukan terhadap tunjangan khusus guru PNS daerah di daerah khusus. Dari semula Rp 2,06 triliun menjadi Rp 1,98 triliun. (Waw)

Komentar

News Feed