oleh

Rencana Pemerintah Ekspor APD, Rizal Ramli: NATO Aja Bikin dari Sritex!

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli mengkritik rencana impor Alat Pelindung Diri (APD) yang sempat dilontarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dimana sebelumnya, Sri mengatakan bahwa Indonesia memiliki kewajiban mengekspor APD kepada negara-negara mitra (partner) seperti Jepang dan Korea Selatan sesuai dengan perjanjian bilateral yang telah disetujui sebelum merebaknya wabah virus corona.

“Ada saya dengar soal rencana impor APD. Padahal Indonesia memiliki Sritex. NATO saja pesan dengan mereka. Kan bisa minta dengan Sritex, bikin sesuai dengan kebutuhan. Kasih 3% keuntungan, mereka pasti senang,” jelas Rizal, dalam sebuah diskusi di salah satu stasiun tv swasta nasional, Selasa (21/4) lalu.

Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani menyebutkan, Indonesia akan mengekspor alat pelindung diri (APD) untuk negara-negara yang memiliki kontrak kerja dengan Indonesia melalui video conference pada Selasa (12/4) lalu.

“Indonesia termasuk negara produsen APD terbesar di dunia, kontrak-kontrak dengan negara lain akan coba kita penuhi tanpa mengorbankan kebutuhan APD dalam negeri,” ujar Sri.

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Rizal juga menyebut ada dugaan permainan dalam penyediaan alat kesehatan (Alkes). “Saya dengar, di dalam .. para jebat ribut-ribut soal Alkes ini, karena masing-masing bawa pengusahanya, di koran katanya sudah mau impor, ini bejat sistemnya. Harusnya ini bisa diselesaikan secara cepat, jelas Rizal.

Apa yang dijelaskan Rizal, juga sebelumnya disampaikan oleh Menteri Badan Urusan Milik Negara (BUMN) yakni Erick Thohir, bahwa ada mafia alat kesehatan yang berpeluang memanfaatkan kondisi sulit di tengah pandemi covid-19 ini.

Oleh karena itu, Kementerian BUMN akan menjadi pihak yang terdepan melawan praktik tersebut dengan menyinergikan BUMN agar bisa memproduksi alkes dan bahan bakunya.

“Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak. Janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor sehingga–tadi–alat kesehatan mesti impor, bahan baku mesti impor,” kata Erick melalui live streaming di akun Instagram miliknya, Kamis, 16 April 2020, lalu. (Fel)

Komentar

News Feed