oleh

Industri Hotel Keok! 3.500 Karyawan di Sumsel Dirumahkan

indonesiakita.co – Setidaknya, ada sekitar 3.500 karyawan hotel di Sumatera Selatan telah dirumahkan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Aspiudin mengatakan nyaris tidak ada tamu yang berkunjung ke hotel sebagai dampak penyebaran virus corona (covid-19).

“Hotel di Palembang dan sejumlah daerah Sumsel lainnya berupaya tetap buka atau bertahan beroperasi dengan melakukan berbagai efisiensi dan merumahkan sebagian karyawan,” ujarnya, dikutip antara.

Adapun saat ini, tingkat hunian (okupansi) kamar hotel menurutnya telah mengalami anjlok hingga 95 persen. Tingkat okupansi hotel hanya tersisa sekitar 5 persen-10 persen dari kapasitas kamar tersedia. Tren penurunan okupansi telah berlangsung sejak Februari hingga saat ini.

Ia menjelaskan, bahwa sebagian hotel yang masih mampu bertahan, lanjutnya, tetap beroperasi meskipun secara bisnis merugi karena okupansi sangat rendah. Namun, hotel yang tak mampu mempertahankan operasionalnya, memilih untuk tutup sementara.

Jika memang penyebaran virus terus meluas dan keadaan semakin buruk, maka akan lebih banyak hotel yang tutup. Imbasnya, makin banyak karyawan yang dirumahkan bahkan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sebagai informasi, hotel berbintang di Kota Palembang yang tutup sementara, antara lain Hotel Santika Bandara, Hotel Aryaduta, Hotel Sandjaya, Hotel Shofa Marwah, dan Hotel Sentosa.

Sedangkan di luar Palembang terdapat enam hotel berbintang yang tutup sementara yakni, Hotel Daffam Lubuklinggau, Note Hotel dan Hotel Grand Citra di Prabumulih, Penginapan dan Resto Lagenda, Hotel dan Villa Mentari, serta Hotel Permata Bunda di Pagaralam. (Waw)

Komentar

News Feed