oleh

52.000 ton bawang putih Impor dari China masuk RI, Tapi Harga di Pasar Masih Tinggi

indonesiakita.co – Sebanyak 52.000 ton bawang putih dan 6.800 ton bawang bombai impor dari China sudah masuk ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Adapun pasokan tersebut dilakukan secara bertahap.

“Sampai dengan sekarang, yang sudah masuk 52.000 ton bawang putih dari China,” ujar Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Daniel Tahi Monang Silitonga, Kamis (16/4/2020).

Selain itu, ribuan ton bawang putih itu didistribusikan ke pasar-pasar di seluruh Indonesia. “Untuk semua masyarakat, termasuk pedagang kecil seperti tukang nasi goreng.ā€¯sambungnya.

Tentunya, tambahan stok bawang putih impor tersebut diharapkan bisa menurunkan harga bawang putih di pasaran yang kini berkisar Rp50.000 per kilogram.

Satgas Pangan Polri pun terus memantau dan mengawal distribusi bahan pokok hingga ke pasar dan ke konsumen untuk menjamin ketersediaan pangan dan memastikan tidak ada kekurangan pasokan.

Daniel menambahkan, bahwa stok bawang putih di pasaran terjamin hingga Ramadhan dan Lebaran mendatang. Dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan bawang putih. “Pemerintah menjamin,” jelasnya.

Selain bawang putih, sebanyak 6.800 ton bawang bombai yang diimpor dari berbagai negara juga sudah masuk ke Indonesia secara bertahap. Jumlah tersebut termasuk 700 ton bawang bombai yang masuk Indonesia pada awal bulan ini.

“Sudah tambah lagi [bawang bombai impor] yang masuk. Dari berbagai negara. Totalnya 6.800 ton,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis telah menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor. ST/1148/IV/OPS.2./2020 tertanggal 9 April 2020 tentang instruksi kepada jajarannya agar menjamin distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Dalam surat tersebut, Kapolri meminta jajaran lalu lintas dan Sabhara mengawal jalur distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat secara umum. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok hingga ke tangan konsumen.

Harga Bawang Putih Masih Tinggi

Sementara itu, Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) mengatakan, tambahan stok bawang putih China ini diharapkan bisa menurunkan harga yang kini mencapai angka di kisaran Rp 50 ribu/Kg.

“Adapun kebutuhan nasional per tahun sebesar 500.000 ton, sehingga kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan bawang putih menjelang bulan Rahmadan dan Idul Fitri seharusnya tidak perlu terjadi,” kata Ketua Pusbarindo, Valentino dalam keterangan resminya.

Selain itu, kekhawatiran masyarakat akan tingginya harga bawang putih sangatlah wajar. Pasalnya, harga komoditas ini dari hari ke hari kian melonjak. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga di tingkat nasional pada hari ini, Rabu (15/4) berada pada angka Rp 46.250 per kg. Padahal kemarin masih di angka Rp 43.600 per kg.

Kondisi serupa terjadi di daerah. Dari bagian timur Indonesia, yakni Papua Barat, harga bawang putih terus melonjak dari sebelumnya Rp 53.7500 per kg pada 7 April hingga mencapai Rp 65.000 per kg kemarin.

Valentino menjelaskan kondisi mahalnya harga bawang putih di tingkat konsumen bukan karena harga dari importir yang masih tinggi. Ia mengklaim harga di tingkat tersebut sudah diturunkan dari Rp.29.000 menjadi Rp.20.000 per kg. Sehingga diharapkan harganya bisa turun dalam beberapa hari ke depan.

“Hal ini disebabkan karena stok di tingkat Distributor Besar atau D1, Distributor Menengah atau D2 dan Agen kecil atau pengecer masih cukup banyak dan mereka membeli dengan harga yang relatif cukup tinggi beberapa minggu sebelumnya,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed