oleh

Adu Kuat Soal Aturan Ojol Bawa Kendaraan, Anies dan Kemenkes Vs Luhut

indonesiakita.co – Simpang siur terkait aturan kendaraan roda dua tanpa penumpang masih enjadi sorotan publik. Pasalnya dua lembaga kementerian masih mempertahankan aturan masing-masing.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto memastikan tidak ada perubahan dalam Peraturan Menkes (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 terkait aturan operasional sepeda motor berbasis aplikasi (ojek online).

DIketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 memperbolehkan mengangkut barang dan orang. ”Aturannya sudah diubah atau belum? Kan belum. Aturannya (Permenkes) itu saja yang dipegang,” tegas Yuri, kemarin di Jakarta.

Ia juga menegaskan Permenkes tidak mengizinkan ojek online mengangkut selain barang. “Kan sudah jelas kalau Permenkes tidak boleh (membawa orang), laluPermenhub boleh (membawa orang). Silakan bertanya kepada Kemenhub mengapa tidak sama dengan Kemenkes,” tambahnya.

Selain itu, Yuri juga mempersilakan masyarakat memakai salah satu dari dua aturan itu. Dia pun menyarankan agar mengonfirmasi lebih lanjut kepada penyedia layanan transportasi online. “Ya terserah mau pakai yang mana. Coba kalau penyedia aplikasi online ya tanya aplikasinya,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan menegaskan, akan tetap menjalankan Peraturan Gubernur yang sudah diterbitkannya. Yakni tidak membolehkan ojek mengangkut penumpang. Hanya barang saja.

Hal ini ia lakukan meski Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan Peraturan. “Kita tetap merujuk kepada peraturan Menteri Kesehatan Terkait PSBB. Dan rujukan Peraturan Gubernur adalah memang kebijakan PSBB dari Kementerian Kesehatan,” kata Anies di Balai Kota DKI, kemarin. (Fel)

Komentar

News Feed