oleh

Kemnaker: 2,8 Juta Pekerja Dirumahkan dan di-PHK!

indonesiakita.co – Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, setidaknya lebih dari 2,8 juta pekerja kena PHK atau dirumahkan. Hal ini terjadi karena penyabran virus corona yang terjadi di Indonesia.

Tak hanya itu, ada pula para pekerja yang dirumahkan tanpa digaji. Adapun rinciannya, pekerja formal yang kena PHK mencapai 212.394 orang. Sementara pekerja formal yang dirumahkan baik digaji maupun tidak digaji mencapai 1,20 juta orang.

“Itu berdasarkan catatan yang kami dari asosiasi, dunia usaha dan dunia industri, dan juga dari dinas-dinas ketenagakerjaan seluruh Indonesia. Sementara pekerja informal yang terdampak, yang kami himpun datanya itu ada sekitar 282 ribu lebih orang. Itu data yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas)  Bambang Satrio Lelono, Senin (13/4).

Selain data yang dihimpun dari Kementerian Ketenagakerjaan, ada juga data dari BPJS ketenagakerjaan. Diketahui, berdasarkan catatan BPJS Ketenagakerjaan, jumlah pekerja formal yang dirumahkan ada 454 ribu orang, dan pekerja formal yang terkena PHK mencapai 537 ribu orang.

Dari angka tersebut, jika ditotal data dari Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan mencapai 2,8 juta orang.

Seluruh data tersebut nantinya akan dikurasi oleh Project Management Office (PMO) sebagai calon peserta kartu prakerja. Selain itu, data ini juga akan diverifikasi dengan data yang ada di dukcapil dan juga data yang ada di Kemendikbud, juga data dari Kementerian-kementerian lain.

“Karena harapannya kan yang sudah dapat kartu prakerja ini tidak dapat program bantuan sosial yang lainnya, dan bantuan sosial dari pemerintah ini secara umum bisa merata di seluruh pekerja-pekerja atau masyarakat seluruh Indonesia yang terdampak covid-19,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed