oleh

SBY Beri Sinyal ‘Tak Percaya’ Soal Penggunaan Dana Rp 405 Triliun untuk Penanganan Corona

indonesiakita.co – Pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp405,1 triliun sebagai tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan Covid-19. Namun demikian, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran tersebut.

Sebagai informasi, pemerintah menerbitkan Perppu No. 1 Tahun 2020 tentang anggaran penanggulangan virus corona serta dampak sosial dan ekonominya.

“Kalau hal itu benar adanya, saya menyarankan pemerintah perlu berhati-hati. Pastikan aturan itu tidak bertentangan dan melanggar konstitusi negara,” kata SBY lewat akun Facebook pribadinya, kemarin.

Ia berharap, pemerintah tidak melakukan tindakan yang inkonstitusional. DPR selaku mitra pemerintah juga perlu hati-hati jika akhirnya membenarkan aturan ini dengan menyetujui Perppu No 1 Tahun 2020. Adapun menurutnya, pembahasan anggaran seharusnya tidak dilakukan satu pihak. Pasalnya, hal itu berpotensi menimbulkan penyalahgunaan wewenang.

“Jangan sampai kewenangan (power) untuk mengelola keuangan negara ini berada di satu tangan. Ingat ‘power tends to corrupt’, dan ‘absolute power tends to corrupt absolutely’. Kekuasaan yang sangat besar sangat mungkin disalahgunakan.

“Juga diingatkan bahwa ‘power must not go unchecked’, dan ‘power must be checked by another power’. Inilah yang mendasari prinsip ‘checks and balances’ di antara eksekutif, legislatif dan yudikatif,” tegas SBY.

Selain itu menurutnya, sangat ideal jika penggunaan anggaran penanggulangan corona turut melibatkan DPR. Misalnya lewat APBN Perubahan. Namun, jika pemerintah takut berbelit-belit sehingga memakan waktu, SBY mengatakan tetap ada solusinya. Suasana darurat corona bisa dijadikan alasan.

“Pembahasan APBNP tersebut dilakukan dengan cepat. Sama atau lebih cepat dengan jangka waktu persetujuan DPR RI terhadap Perppu (1 bulan) yang dikeluarkan pemerintah,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed