oleh

DPR Nekat Bahas Omnibus Law Saat Darurat Corona, Rizal Ramli: Jangan Offset Terlalu Jauh!

indonesiakita.co – DPR telah menyetujui pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dalam Rapat Paripurna, Jakarta, Kamis (2/4). Ironisnya, hal ini dilakukan disaat wabah virus corona sedang menjadi fokus banyak pihak, bahkan menelan banyak korban jiwa.

Dimana Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin yang memimpin persidangan membacakan Surat Presiden (surpres) Omnibus Law Cipta Kerja yang telah diserahkan pemerintah ke DPR RI pada Rabu (12/2) lalu.

“Berkenaan rancangan undang-undang Cipta Kerja yang telah dibawa di dalam rapat konsul pengganti Bamus dan telah disepakati untuk diserahkan kepada Badan Legislasi,” ujarnya, dalam rapat yang disiarkan situs resmi TV Parlemen, Kamis (2/4) lalu.

Menanggapi hal ini, ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, bahwa pembahasa tersebut tidak tepat, karena disaat banyak pihak sedang konsentrasi membahas wabah virus corona.

Bahkan menurutnya, sikap DPR disaat-saat darurat seperti ini tidak menjaga perasaan rakyat Indonesia. iapun memention Partai Golkar dalam cuitannya, dimana memang yang membacakan pembahasan tersebut adalah Wakil Ketua DPR, Azis Syamsudin.

“DPR, Partai Golkar tidak punya hati dan perasaan, hanya mau jadi stempel kekuasaan, tanpa nurani dan pikiran, payah,” ujar Rizal, pada akun Twitternya @RamliRizal.

Rizal menegaskan, bahwa Indonesia adalah negara hukum, dan bukan negara kekuasaan, karena semua menurutnya ada batasnya.“Saya hanya ingin mengingatkan bahwa RI adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Semua ada batasnya !Governance, transparansi dan akuntibilitas adalah bagian penting dari demokrasi. Jangan offset terlalu jauh .. Soeharto jauh lebih kuat & cerdik,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed