oleh

Diam-diam Jokowi Ikuti Saran Adhie Massardi Soal Listrik Gratis

indonesiakita.co – Presiden Joko Widodo membebaskan biaya listrik untuk pelanggan perusahaan listrik negara (PLN) dengan daya 450 Volt Ampere (VA). Pembebasan tersebut akan diberikan selama tiga bulan yakni April, Mei dan Juni.

“Pembebasan biaya listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450VA,” ujarnya, saat konferensi pers bersama awak media melalui siaran telekonferance, di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3).

Selain itu,  untuk 7 juta pelanggan listrik dengan daya 900 Volt Ampere akan diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen. Pun, kebijakan ini berlaku selama 3 bulan ke depan. ”Pelanggan 900 VA, jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan akan didiskon 50 persen untuk bulan April, Mei, dan Juni,” tutupnya.

Jauh sebelum Jokowi memberikan kebijakan tersebut, mantan juru bicara presiden era KH Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi sempat mengkritik ajakan pemerintah terkait imbauan terhadap masyarakat untuk tetap berada di rumah. Meski menurutnya, langkah tersebut tepat, namun pemerintah juga bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat akan hal tersebut.

Sebagai informasi, belakangan banyak tagar yang mengimbau masyarakat agar berada di rumah selama 14 hari agar terhindar dan meluasnya penyebaran Covid-19. Diantaranya,  #DirumahAjaYa, #BelajarDiRumah.

“Boleh-boleh aja diam di rumah, artinya agar pencegahan terhadap penyebaran virus corona bisa dilakukan. Tapi pemerintah juga harus punya strategi untuk membantu masyarakat agar betah di rumah… ya salah satunya dengan menggratiskan internet dong. Hal ini akan membantu adik adik dalam mengakses internet untuk belajar, dan saya rasa ini sangat perlu buat mereka (pelajar dan mahasiswa),” ujarnya dihubungi melalui ponselnya, beberapa waktu lalu.

Adhie juga mendesak agar pemerintah menurunkan tatau membebaskan tarif listrik pada saat imbauan #DirumahAjaYa diberlakukan. “Tarif listrik juga diturunkan, atau kalau bisa digratiskan, agar apa??… kan kalau di rumah kebutuhan akan listrik pasti besar, karena seluruh anggota keluarga tentunya menggunakan listrik, dan artinya pemakaian juga akan over (berlebihan).. ini juga harus diipikirkan oleh pemerintah. Jangan minta diam di rumah tapi gak punya solusinya,”tutup  Adhie. (Waw)

Komentar

News Feed