oleh

Ini Untung-Rugi Jika DKI Jakarta Lakukan Lockdown

indonesiakita.co – Sampai saat ini, DKI Jakarta belum memastikan untuk melakukan karantina wilayah. Hal ini tentunya ddapat dilakukan dengan berbagai pertimbangan, meski dampak penyebaran virus corona terus menyebar di seluruh daerah di Indonesia.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal mengungkapkan, jika dalam proses karantina itu masih terjadi proses transaksi ekonomi, maka potensi kerugian ekonomi dapat ditekan menjadi Rp50 triliun hingga Rp100 triliun dalam 14 hari.

“Perhitungan itu dilihat dari potensi kehilangan sisi manufaktur yang tidak produksi, kemudian perputaran uang di sektor pariwisata, jasa keuangan, dan pendapatan pajak akibat lockdown,” ujarnya, di Jakarta, hari ini.

Kendati demikian menurutnya, kerugian tersebut hanya bersifat sementara, bahkan positifnya adalah penyelamatan manusia.

“Berkaca dari kejadian SARS pada 2003, proses ini mampu membawa rebound kepada perekonomian, karena ini proteksi manusia sebagai faktor produksi, jadi lockdown melindungi produktivitas jangka panjang,” ungkapnya.

Jika penyebaran virus corona atau Covid-19 berlangsung selama 4-5 bulan, maka pertumbuhan ekonomi hanya berada di posisi 3,2 persen-3,3 persen. Namun, jika virus corona berlangsung lebih lama lebih dari 6 bulan, maka pertumbuhan ekonomi terancam hanya tumbuh 1,3 persen.

Selain itu, Fithra juga memperkirakan puncak penyebaran akan terjadi pada 6-12 Mei. Setelah itu, penyebaran akan melandai pada Mei-Juni. “Dengan demikian, jika berlangsung 3-4 bulan, kita masih punya kesempatan untuk tumbuh 4 persen. kalau lebih dari itu, maka momentumnya akan hilang,” pungkasnya. (Fel)

Komentar

News Feed