oleh

Indef: Lockdown, Kita Harus Dahulukan Kesehatan dan Keselamatan!

indonesiakita.co – Langkah pemerintah menerapkan social distancing dan physical distancing sebagai upaya menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 dinilai sangat lambat. Hal ini terlihat, dimana pada saat sejumlah negara asing meminta pemeirntah mengantisipasi, RI justru belum melakukan banyak hal.

“Kita harus lihat dalam konteks penanganan kita ke kasus ini agak telat atau lambat karena ada sedikit wasting time dalam jangka watu 1,5-2 bulan ketika kasus ini telah muncul di China melebar, kita belum ada tindakan preventif,” ujar Ekonom Senior Indef, Fadhli Hasan, kemarin, dalam diskusi online di Jakarta.

Menurutnya, kebijakan social distancing bisa berjalan efektif apabila pemerintah sudah lakukan dari jauh-jauh hari. Sebab sangat tidak elegan kebijakan ini dikeluarkan setelah adanya masyarakat di Indonesia yang terjangkit positif virus corona.

“Sekarang ini kebijakan social distancing yang dijalankan, efektif kalau misalnya kita tidak telat, tidak lambat dalam menangani kasus ini untuk pertama kali. Kalau sekarang, keadaan sudah agak sukar lakukan tindakan preventif. Sehingga, kebijakan physical distancing juga kurang tepat lagi,” tambah Fadhli.

Kendati demikian, ia mengaku memahami apa yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk menekan penyebaran virus asal China itu. Namun dirinya menganggap keduanya bukan merupakan kebijakan terbaik. “Saya kira sekarang saatnya pemerintah ambil tindakan firm tegas. Ini sudah jadi posisi dari berbagai kepala daerah,” tegasnya.

Fadhli menambahkan, saat ini salah satu upaya tepat untuk mencegah lebih luas penyebaran Covid-19 adalah melakukan lockdown. Langkah ini bisa saja dijalankan dalam jangka pendek.

“Lockdown memang perih, berat tapi bisa dilakukan jangka pendek dari pada kebijakan sekarang akan memperpanjang masalah yang ada. Jadi, saya kira prinsip yang harus kita pegang adalah bahwa kita harus mendahulukan kepentingan kesehatan dan keselamatan daripada masyarakat tersebut,” pungkasnya. (Fel)

Komentar

News Feed