oleh

Hindari Pelebaran Defisit, Faisal Basri: Potong Gaji Pejabat!

indonesiakita.co – Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance, Faisal Basri mengatakan masih cukup banyak ruang untuk dapat dilakukan terkait kondisi perekonomian RI ditengah wabah virus Covid-19. Hal ini ia katakan karena memang adanya rencana Pemerintah yang tengah bersiap merevisi total struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020.

Kemudian, ada pula  opsi pelebaran defisit menjadi di atas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Kalau memang ingin di atas 3 persen, kalau situasinya semakin tidak terkendali, harus keluar perpu ya. kalau dilihat, masih ada ruang cukup leluasa untuk merealokasikan kebutuhan-kebutuhan mendesak ini dari pos-pos yang bisa kita tekan, yang menurut saya banyak sekali,” ujarnya, dikutip dari INDEF Talk, Jumat (27/3).

Bahkan Faisal Basri menganjurkan agar pemerintah mengikuti kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Malaysi, yakni dengan memotong gaji para pejabat. “Kalau perlu, seperti yang dilakukan di Malaysia, potong gaji pejabat-pejabat. JUmlahnya barangkali tidak seberapa, tapi sense of uergency-nya, sense of crisis-nya, dan solidaritas sosialnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa hal tersebut dapat memunculkan kepercayaan diri bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi krisis covid-29 ini dan  berpotensi memunculkan tindakan-tindakan yang menciptakan distabilisasi.

Dimana Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual pada Kamis (26/3/2020) malam, memberikan lampu hijau terhadap pelebaran batasan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai dampak virus corona (Covid-19).

Dalam pasal 17 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, defisit APBN tidak boleh melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). (Fel)

Komentar

News Feed