oleh

Kemarin ‘Injak’ Rakyat Lewat Pajak, Sekarang Ngemis Donasi untuk Corona!

indonesiakita.co – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan membuka rekening khsusus melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Nantinya, rekening tersebut untuk menampung donasi dari dunia usaha yang bakal dikelola langsung oleh BNPB sebagai gugus tugas penanganan corona secara nasional.

“Pemerintah akan membuka account khusus di BNPB bagi masyarakat dunia usaha yang ingin menyumbangkan. Ini akan diumumkan oleh Ditjen Perbendaharaan sebagai account masyarakat yang ingin membantu dan langsung dikelola BNPB,” ujar Sri Mulyani ketika melakukan video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020) lalu.

Sementara itu dari segi anggaran menurutnya, pemerintah siap untuk mendukung proses percepatanan penanganan pandemik virus corona di dalam negeri. Dalam hal pembiayaan untuk pasien virus corona misalnya.

“Pemerintah siap menanggung biaya perawatan pasien. Alokasi anggaran untuk perawatan pasien virus corona tersebut akan disentralisasi melalui Kementerian Kesehatan. Adapun pihak BPJS Kesehatan yang bakal melakukan proses verifikasi pasien. Karena pandemik covid-19 tidak masuk dalam hal yang bisa dicover BPJS dari sisi iuran,” sambungnya.

Sri juga menjelaskan nantinya, pendanaan pasien virus corona akan diambil dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2020 atau APBD. Dengan demikian, harapannya akan ada kepastian bagi rumah sakit untuk mendapatkan pembayaran dengan merawat pasien virus corona.

Apa yang dikatakan Sri Mulyani tentunya bertolak belakang dengan kondisi sebelumnya, ketika wabah corona belum muncul di Indonesia. Ia justru kerap menekan masyarakat dengan pajak bagi para pedagang kecil, juga masyarakat biasa. Sri cenderung memiliki kebijakan yang bersebarangan dengan apa yang diinginkan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, setoran pajak tahun lalu hanya tumbuh 1,4 persen, sementara pada tahun ini hanya tumbuh di angka 1,7 persen.

Untuk menaikkan penerimaan pajak tahun ini, Sri Mulyani memiliki beberapa strategi kebijakan, yaitu Tax Holiday/Allowance, Percepatan Restitusi, Fasilitas Pajak untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Super Deduction Tax.

“Pajak tetap mampu melakukan fungsinya untuk dorong investasi dan dunia usaha. Kita arahkan terus keluarkan policy untuk dorong ekonomi,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Realisasi APBN 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

Sementara itu, ekonom senior Rizal Ramli memandang, generasi milenial yang telah merintis usahanya sejak dini merupakan motor penggerak perekonomian Indonesia di masa depan.

Untuk itu, kata Rizal, pemerintah harus berpihak kepada generasi milenial. Salah satu caranya, dengan memberikan keringanan pajak kepada para pelaku usaha dari kalangan generasi milenial.

“Pemerintah harus berpihak kepada generasi milenial. Beri keringanan pajak kepada mereka yang mulai merintis bisnis, macam bisnis start up,” ujar nya, beberapa waktu lalu.

 

Komentar

News Feed