oleh

Doyan Utang, DPR Tuding Sri Mulyani Tak Miliki Jiwa Nasionalisme

indonesiakita.co – Rencana Menteri Keuangan Sri Mulyani mencari utang dari IMF untuk memberikan kemampuan dukungannya terhadap Indonesia. Hal ini menurutnya akan dilakukan, jika terjadi pelebaran APBN di atas 3%.

Menanggapi hal ini, anggota DPR Komisi XI, Kamrussamad mengingatkan Sri Mulyani agar tidak mengambil tawaran bantuan dari IMF. Karena menurutnya, saat ini beban negara dan rakyat sudah sungguh sangat besar.

Hal ini juga bisa dilihat melalui Utang Negara Hingga Januari 2020 menembus Rp.4.817,5 Triliun yang akan  diwariskan ke Rakyat dimasa depan. Terlebih menurutnya, IMF telah menjadikan Indonesia sebagai pasien MalPraktek dimulai 15 Januari 1998 saat Presiden Soeharto Menandatangani Letter Of Inten/LoI senilai 43 Milyar USD beserta obat yang diberikan ternyata sangat pahit untuk ditelan ekonomi Indonesia.

“Misalnya usulan IMF melikuidasi 16 Bank Nasional adalah kesalahan besar, dan dalam kebijakan BLBI banyak Pihak yang memanfaatkan situasi dengan memasukkan aset aset tidak berharga dalam daftar aset untuk mendapat dana Pinjaman,” ujar Kamrussamad dikutip dari keterangannya persnya di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Ia juga mengatakan, bahwa Sri Mulyani tahu betul masih banyak sumber pendanaan dari dalam negeri untuk Corona. “Misalnya dalam postur APBN & APBD kebijakan Refocussing & Relokasi Anggaran melalui INPRES No.4 Tahun 2020 sudah tepat dan tinggal memastikan implementasi berjalan efektif,” tegasnya.

Selain itu, sejumlah sumber pendanaan bisa dioptimalkan oleh Menkeu antara lain Sisa Anggaran Tahun Lalu (SAL), Akumulasi Dari sisa Anggaran Tahun sbelumnya (SILPA), Dana Pungutan Bea ekspor sawit di BPDPKS, Dana Lingkungan hidup di BPDLH dan Dana APBN dengan Kode BA99 dikelola Menkeu selaku Bendahara Umum Negara.

Ada Dana LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) nilainya mencapai Rp 150 Triliun, cadangan devisa Indonesia yang dikelola BI senilai 130 USD Milyar atau sama dengan 2.000 Triliun untuk kurs saat ini 17.000 rupiah per US Dollar.

Pemerintah bisa juga menertibkan SUN dengan bunga di bawah 5 persen. “Jika Menkeu Sri Mulyani Memiliki Jiwa Nasionalisme dan keberpihakan terhadap Masa depan Ekonomi Indonesia maka Pasti akan menghindari Pinjaman Dari IMF karena berpotensi menggadaikan Kedaulatan Ekonomi nasional dimasa mendatang,” tutupnya.

Sebelumnya memang Sri mengatakan soal pinjaman tersebut melalui conference video beberapa waktu lalu di Jakarta. “Nah dari sisi pembiayaan, kita gunakan seluruh sumber pembiayaan konvensional maupun kemungkinan terjadinya sumber non konvensional yang butuh landasan hukum baru. Termasuk dalam kajian kita,” ujar Sri.

Hal ini dilakukan, karena menurut Sri untuk menjaga jika terjadi pelebaran APBN di atas 3%. “Bilateral juga ditingkatkan, baik dari negara yang selama ini mendukung maupun kita melihat negara lain gimana atasi financing defisit yang besar,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed