oleh

Defisit Meingkat, Pemerintah Kembali Ngutang ke IMF

indonesiakita.co – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, jika terjadi pelebaran defisit maka pemerintah dan Bank Indonesia akan membuka seluruh sektor pembiayaan. Dari sisi multilateral, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) maupun IMF, untuk memberikan kemampuan dukungannya terhadap Indonesia.

Ia mengakiu, hal ini merupakan skenario pembiayaan baru jika defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 melebar di atas 3 persen.

“Nah dari sisi pembiayaan, kita gunakan seluruh sumber pembiayaan konvensional maupun kemungkinan terjadinya sumber non konvensional yang butuh landasan hukum baru. Termasuk dalam kajian kita,” ujarnya, dikutip dari video conference di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pemerintah juga meminta masukan keduanya untuk melihat mana pembiayaan terbaik agar Indonesia bisa mendapatkan pinjaman dengan bunga dan risiko kecil. “Bilateral juga ditingkatkan, baik dari negara yang selama ini mendukung maupun kita melihat negara lain gimana atasi financing deficit yang besar,” tambah Sri.

Adapun pemerintah juga akan mencari pembiayaan melalui lelang reguler ataupun privat dan sumber lain. Bank Indonesia pun dimungkinkan melakukan pembiayaan SBN di bawah 12 bulan. “Itu opsi semua kita buka supaya pemerintah punya pilihan apabila defisit meningkat, maka kita memiliki sumber pembiayaan yang aman,” pungkasnya. (Fel)

Komentar

News Feed