oleh

Virus Corona Menggila, Pemerintah Malah Luncurkan Kartu Pra Kerja.. untuk Siapa?

indonesiakita.co – Luar biasa yang dilakukan pemerintah. Bagaimana tidak, jika semua pihak sibuk-sibunya berikan solusi dan antisipasi terkait penyebaran virus corona, ini justru meluncurkan kartu pra kerja kepada masyarakat.

Peluncuran ini dilakukan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dan dihadiri langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga Hartarto mengatakan bahwa, peluncuran kartu pra kerja sesuai arahan Presiden Jokowi agar diluncurkan pagi ini pukul 09.00 WIB. Kemudian, kartu pra kerja ini pertama kalinya menggandeng unicorn atau stratup digital agar melakukan akses ke masyarakat lebih luas.

“Jadi, pemerintah dalam program ini menargetkan, kartu pra kerja sesuai dengan Perpres 36 Tahun 2020, bisa memberikan pelatihan untuk mereka yang cari kerja ataupun tidak,” ujar dia pada telekonfrensi di kantornya Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Airlangga menambahkan, kartu pra kerja tidak sama dengan jaminan kehilangan kerja di UU Cipta Kerja, namun kartu ini identik dengan jaminan kehilangan pekerjaan dalam skema asuransi baru yang akan diterapkan sesudah diterapkan pada UU Cipta Kerja.

“Dalam kartu ini, pekerja informal dan baru boleh mendaftar. Sedangkan, dalam RUU Cipta Kerja, tujuannya adalah mereka yang sudah bekerja dan mendapatkan persoalan dengan pekerjaannya ataupun perusahaan yang tidak kompetitif lagi, mereka cover dalam jaminan kehilangan kerja,” pungkasnya.

Namun, yang menjadi menarik adalah saat pemerintah gencar meluncurkan kartu pra kerja, informasi masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China juga hadir di Indonesia, melalui Bandara Haluoleo, Kendari beberapa waktu lalu.

Bahkan, karena masalah ini, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menjadi sorotan publik, karena dianggap membela mati-matian T49 TKA itu.

Sebelumnya, Kementerian Tenaga Kerja akhirnya mengusir 49 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan tambang yang berada di kawasan Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa malam (17/3).

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dita Indah Sari mengatakan, puluhan TKA asal Tiongkok itu hanya memiliki visa kunjungan, sehingga menyalahi aturan ketenagakerjaan.

Dita mengatakan, puluhan TKA asal Tiongkok itu tidak memiliki visa kerja, sehingga menyalahi aturan ketenagakerjaan. Mereka harus meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja malam ini juga.

“(Sebanyak) 49 warga negara China yg ada di situ tidak memiliki izin kerja dari Dir PTKA Kemnaker. Mereka hanya mengantongi visa kunjungan,” tulis Dita dalam akun Twitternya, @Dita_Sari_, Selasa.

Kemenaker juga akan menelusuri pihak mana yang mendatangkan puluhan WNA asal Tiongkok itu, untuk bekerja di Indonesia. “Nanti akn terungkap saat disidik,” kata Dita.

Tak hanya Dita, tokoh nasional Rizal Ramli juga mengkritik masuknya 49 TKA asal China dengan mudahnya ke Indonesia. Bahkan menurutnya ada pejabat yang menjadi pengusaha soal ketenaga kerjaan di Indonesia.

“Kok ditengah wabah corona seperti saat ini masih ada yang izinkan pekerja Tiongkok masuk. Saya kira ini ada interest pejabat tinggi kita yang rangkap menjadi pengusaha. Dia teman saya, sudah kaya. Sudahlah berhenti sebentar untuk kepentingan nasional,” ujar Rizal dalam sebuah acara diskusi di sebuah stasiun tv swasta nasional, beberapa waktu lalu.

Kebijakan pemerintah saat ini memang kerap mendapat sorotan publik, karena banyak dinilai tak sesuai dengan kondisi yang ada. Bagaimana tidak, saat ini masyarakat sedang dilanda ketakutan akan virus Covid-19, hingga nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 16.000 per dolar AS.

Lalu pertanyaannya adalah, kartu pra kerja Jokowi untuk siapa? silahkan anda yang menilainya. (Fel)

Komentar

News Feed