oleh

Rupiah Tembus Rp 16.000 Per Dolar AS, Rizal Ramli: Pembisik Jokowi Cuma Kasih Angin Surga!

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli mengaku kecewa dengan nilai tukar rupiah pada siang ini menembus angka fantastis, yakni Rp 16.000 per Dolar Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan, sejak 1,5 tahun lalu sudah meminta agar pemerintah waspada akan datangnya krisis yang terjadi di Indonesia.

“Rupiah jebol Rp16.000/$, akan spiral. Karena komponen impor besar utk kebutuhan dalam negeri (Pidato Trisakti & Nawacita, tapi kebijakan gila-impor dan pro rent seekers), harga2 kebutuhan rakyat akan naik + panic buying. Presiden Jokowi, where are you ?? Are you there?,” ujarnya, saat dihubungi melalui telpon selulernya, hari ini.

Hal ini terjadi karena menurutnya, Jokowi memiliki pembisik yang membawa ‘angin surga’. “Tim ekonomi Jokowi tidak punya track record ‘turn around’, baik makro maupun korporasi, hanya kasih angin surga saja,” ketusnya.

Mantan Menko Ekuin era presiden Gusdur ini menjelaskan, bahwa mata uang rupiah jebol karena komponen impor terlalu besar untuk kebutuhan dalam negeri, harga kebutuhan rakyat naik dan adanya panic buying.

“Ya, semua itu terjadi karena pidato Trisakti dan Nawacita tidak dijalankan. Sebaliknya, era Jokowi justru pro pada kebijakan gila impor dan pencari rente,” sambung Rizal.

Rizal juga menyinggung upaya intervensi Bank Indonesia yang belum berdampak signifikan pada rupiah. “Intervensi akan sangat mahal dan nyaris sia-sia. Bagaikan buang garam ke laut. Kecuali ada dukungan kebijakan fiskal dan terobosan sektor riil,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dipastikan telah menembus Rp16.000 per dolar AS. Itu bisa dilihat berdasarkan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang dipatok perbankan dalam negeri sebagai kurs jual.

Kurs Bank Mandiri misalnya, mematok harga jual dolar sebesar Rp16.150 dengan harga beli sebesar Rp15.850. Sementara itu, Bank Central Asia mematok harga jual dolar sebesar Rp16.150 sedangkan harga beli Rp15.950.

Meski begitu, jika dirujuk berdasarkan data di pasar spot, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih bergerak dikisaran Rp15.380-15.405 per dolar AS. Melemah dilisaran 1,23 persen dari data penutupan perdagangan kemarin. (Fel)

Komentar

News Feed