oleh

Jokowi Masukan ‘Mafia Migas’ di KSP?

-Opini-1.464 views

indonesiakita.co – Presiden Joko Widodo yang memasukkan nama Kuntoro Mangkusubroto sebagai penasihat senior di Kantor Staf Presiden. Sebagaimana diketahui, Kuntoro yang merupakan mantan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Banyak pihak yang menilai bahwa nama Kuntoro disebut-sebut sebagai simpul utama kekuatan kaum neoliberalis di Indonesia. Nama Kuntoro terbilang tidak asing di Istana. Pada era presiden SBY, Kuntoro-lah yang pertama kali memperjuangkan draft  UU No 22/2001 tentang Migas yang membuka pintu bagi masuknya kepentingan asing.

Kuntoro juga sempat bersinggungan dengan kasus KKN. Ia bahkan pernah dipecat dari jabatannya sebagai Direktur PLN pada masa Gus Dur karena dianggap memiliki konflik kepentingan dengan perusahaan raksasa batubara milik sahabatnya semasa kuliah, Suharya, sehingga tidak mampu melakukan renegosiasi harga listrik Paiton.

Hal ini tentunya berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh mantan Menteri ESDM Sudirman Said usai dilantik Jokowi kemudian mengundang Kuntor ke kantornya, saat itu. Bahkan mungkin saja, ada pertanyaan besar mengapa Menteri ESDM Sudirman Said malah mengundang Kuntoro ke Kantor ESDM beberapa hari setelah dilantik Jokowi? Padahal diketahui, hal itu terjadi jauh sebelum tim pemberantasan mafia migas yang dipimpin Faisal Basri dibentuk.

Sebagai informasi, bahwa kelompok Sudirman Said sempat memperkuat pengaruhnya di Inpex Masela, perusahaan Jepang yang sejak 1998 mendapatkan hak mengelola Masela. Di akhir Agustus itu Inpex Masela menandatangani kontrak dengan konsultan Tridaya Advisory yang dimiliki mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas.

Meski ditandatangani di akhir Agustus 2015, namun sebenarnya Tridaya sudah mendampingi Inpex sejak Januari 2015. Tridaya lah yang secara proaktif mendukung gagasan membangun kilang off shore.

Selain Erry Riyana, nama lain di Tridaya adalah Kuntoro Mangkusubroto yang sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT PLN. Diduga kuat, Sudirman Said yang mendukung Kuntoro untuk menduduki kursi Komut PLN. Keduanya dikenal sebagai teman lama. Keduanya sama-sama ikut kampanye anti korupsi dan transparansi, sehingga dapat citra yang positif di tengah masyarakat aktivis.

Untuk jasa konsultasi pembangunan kilang off shore yang diberikannya kepada Inpex Masela, Kuntoro mendapatkan honor sebesar 1 juta dolar AS.

Salah satu yang disarankan oleh Kuntoro melalui Tridaya adalah agar Inpex Masela tidak mendengarkan pendapat dari pihak lain, dan hanya berkonsultasi dengan Menteri ESDM dan SKK Migas. (Opini Redaksi)

Komentar

News Feed