oleh

Usulan Rizal Ramli Soal Parpol Dibiayai Pemerintah Diteruskan KPK dan Disetujui Golkar

indonesiakita.co – Partai Golkar memastikan dukungan agar partai politik dibiayai oleh pemerintah. Hal ini dikatakan oleh Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily merujuk pada usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya.

Ace menjelaskan, bahwa parpol kan selama ini berfungsi sebagai sumber kader kepemimpinan negara. Jabatan politik seperti presiden, menteri, DPR, kepala daerah dan lain-lain itu berasal dari parpol. “Oleh karena itu, penguatan parpol untuk proses kaderisasi sangat penting ditunjukkan negara melalui pendanaan bagi kegiatan kaderisasi dan pendidikan politik,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, usulan tersebut penting karena menurutnya partai politik merupakan pilar demokrasi yang menjadi bagian dari elemen negara. Pendanaan dari pemerintah dinilainya akan membuat parpol tidak lagi tergantung pada pihak-pihak yang memiliki sumber daya ekonomi dan membuat parpol lebih terbuka dalam proses kaderisasi.

“Dengan demikian, parpol tak lagi tergantung pada pihak-pihak yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat. Parpol akan lebih terbuka dalam proses sistem kaderisasinya,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, jauh sebelum KPK mengusulkan pembiayaan parpol oleh pemerintah, hal ini sudah disampaikan sebelumnya oleh ekonom senior Rizal Ramli. Menurutnya, kasus korupsi yang kerap melibatkan kepala daerah maupun anggota legislatif, merupakan isu krusial yang harus segera dituntaskan.

Hal ini juga ia ungkapkan pada saat menyatakan siap maju pada Pilpres 2019 mendatang. Bahkan mantan anggota tim penasihat ekonomi PBB ini menyatakan jika ia terpilih, ia akan mengeluarkan Perppu partai agar dibiayai pemerintah. “Seperti di Eropa, Australia, New Zealand, sehingga tugas partai hanya mencari kader saja,” ujarnya pada Sabtu (14/7/2018) lalu.

Selain itu, Rizal juga akan menyediakan anggaran sebesar Rp 40 triliun, agar parpol tidak menerima sumbangan dari pihak manapun. “Uang itu gak boleh buat apapun, kecuali partai dan kader, buat kantor pegawai, kan cukup dong uang segitu dibagi-bagi ke partai. Jadi jangan ada lagi lah ambil dana dari sana-sini untuk partai, kasihan juga anggota partainya kalau desakannya tinggi.” tutup Rizal saat itu. (Fel)

Komentar

News Feed