oleh

Tok!! Keponakan Setnov Divonis 10 Tahun Penjara

indonesiakita.co – Dua orang terkait kasus korupsi E-KTP yakni Irvanto Hendra Pambudi Cahyo serta Made Oka Masagung mendapat vonis hukuman masing-masing 10 tahun penjara oleh majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta. Keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Pada persidangan yang digelar kemarin, hakim Yanto meyakini Irvanto dan Made Oka melanggar pasal Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain itu, dalam amar putusannya majelis hakim menyebutkan Irvanto dan Made Oka tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi menjadi hal yang memberatkan. Untuk hal yang meringankan, keduanya berlaku sopan selama persidangan.

Adapun hakim juga menyebut Irvanto sebagai Direktur Operasional PT Murakabi, salah satu konsorsium perusahaan yang akan mengerjakan proyek e-KTP. Sedangkan Made Oka adalah Direktur Utama PT Delta Energy Pte Ltd dan OEM Investment.

Dalam kasus ini, Irvanto yang merupakan keponakan dari Setya Novanto terbukti menerima USD 3,5 juta dan Made Oka juga menerima USD 1,8 juta serta USD 2 juta. Keduanya menerima duit tersebut dari konsorsium perusahaan yang mengerjakan proyek e-KTP.

Menanggapi putusan ini, pengacara Irvanto, Susilo Ariwibowo, menilai vonis tersebut terlalu berat. “Kalau itu peran yang sangat minimal atau hanya sebagai perantara dijatuhi hukuman 10 tahun, rasanya berat sekali. Saya tidak mengira dan membayangkan sampai 10 tahun,” kata Susilo di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Rabu (5/12/2018) kemarin kepada awak media. (Fel)

Komentar

News Feed