oleh

Bamsoet Beberkan Brutalnya Parpol di Indonesia

-Politik-47 views

indonesiakita.co – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih terus terjadi, hal ini menurutnya karena setiap partai politik banyak agenda. Adapun yang dimaksud Bamsoet adalah munas, rapimnas, rakernas yang dimana semuanya membutuhkan biaya dan sumber sumber itu biasanya dibebankan kepada kader-kader yang duduk diparlemen di pemerintahan.

“Ya itulah, banyak sekali agenda partai politik ini. Jadi, sumber pendanaan partai itu dari iuran anggota, ‘susu tante’ atau sumbangan-sumbangan tanpa tekanan tapi pada praktiknya suka pakai tekanan dan yang ketiga dari negara yaitu dari APBN dan ini jauh dari kecukupan partai,” ujarnya, usai menghadiri acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2018 di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Politisi Golkar ini mengungkapkan, jika kader-kader itu mau tidak mau mengikuti, kalau tidak dia akan ada sanksi partai, dan menurutnya, kebutuhan pendanaan tersebut, maka parpol pun bisa menjadi lahan bisnis baru karena sistem pemilihan kepala daerah langsung membutuhkan biaya besar.

“Dengan ambang batas yang diatur memerlukan rekomendasi sebagai syarat seseorang bisa maju. Kemarin itu untuk bupati wali kota paling murah Rp5 miliar, untuk gubernur bisa ratusan miliar bahkan bisa Rp200 miliar-Rp300 miliar, paling murah Rp50 miliar, tidak heran sekarang orang berlomba-lomba ikut parpol karena (modal) akan balik seketika ketika ada pilkada serentak tahun mendatang. bayangkan 514 Pilkada, setengahnya deh minta partai kita untuk rekomendasi pasang tarif Rp10 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan, satu partai untuk eksis di parlemen paling tidak memerlukan 30 kursi dengan modal Rp50 miliar untuk menghadapi pilkada tahun selanjutnya sudah balik modal.
“Sekarang ini masalah kita NPWP, nomor piro uangnya piro, jadi sulit kita mengharapkan kader partai yang dari partai. Saya dan Golkar mati-matian mendidik kader partai puluhan tahun tapi kita berhadapan di publik dengan saingannya keteteran dan kalah dengan pendatang baru yang dari kalangan pengusaha mapan,” tambah Bambsoet.

Para pengusaha, artis maupun anak-anak muda yang baru tersebut yang akhirnya tampil di parlemen padahal parlemen adalah etalase dari partai politik.
“Saya berharap praktek ini bisa kita akhiri sehingga yang tampil di parlemen adalah kader-kader partai yang bagus sehingga dia menjadi etalase partai politik, cerminan parlemen Indonesia. Jadi terima kasih Pak Agus Ketua KPK, kita berharap parpol bisa jadi ranah yang baru dan tidak dikuasai oleh para pemilik modal karena praktik-praktik di partai sekarang sudah tercemari dengan non-politik,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed