oleh

Lima Orang Tewas Digorok di Papua!

-Headline, News-752 views

indonesiakita.co – Kasus penembakan yang terjadi di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua masih menjadi perhatian masyarakat. Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menyatakan, setidaknya sebanyak 19 orang tewas dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokais tersebut.

Hal ini ia sampaikan berdasarkan keterangan saksi dari pekerj PT Istaka Karya bernama Jimmy Aritonang yang selamat dari kelompok bersenjata itu.

“Menurut keterangan saudara JA (Jimmy Aritonang) jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKB di lereng bukit puncak Kabo adalah 19 orang,” Muhammad Aidi, dalam keterangan tertulis hari ini.

Kapendam menjelaskan, bahwa Jimmy Aritonang merupakan salah satu karyawan PT Istaka Karya, yang tengah membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Ia menjadi salah satu dari korban selamat dari insiden penembakan oleh KKB. Jimmy mengaku, ia dan kelima orang lainnya melarikan diri dari aksi KKB, pada 2 Desember 2018, setelah digiring keluar dari kamp Istaka Karya, pada sehari sebelumnya.

Saat itu, ia bersama 24 orang lainnya digiring ke bukit Puncak Kabo. Di sana, mereka kemudian ditembak oleh KKB. “Sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,” tambah Aidi.

Para KKB kemudian meninggalkan para pekerja yang telah ditembaki. Merasa aman, 11 orang yang pura-pura mati terkena tembakan kemudian berusaha melarikan. Nahasnya, aksi melarikan diri mereka di tengah luka tembak yang dialami diketahui KKB. “Lima orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat),” ucap Kapendam.

Sementara itu, 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbua, dengan 2 orang di antaranya belum ditemukan. “Empat orang (di antaranya saksi Jimmy Aritonang) selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” ucapnya.

Sementara itu, korban tewas tak hanya berasal dari sipil. Salah satu prajurit TNI, yakni anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko, gugur ditembak KKB saat menyelamatkan pekerja Istaka Karya yang mencari perlindungan dari serangan KKB. Prajurit TNI lainnya, Pratu Sugeng, terluka akibat tembakan yang mengenai lengannya. (Fel)

Komentar

News Feed