oleh

Dian Sastro Produksi Tiga Film Layar Lebar

-Showbiz-57 views

indonesiakita.co – Nama Dian Satstrowardoyo memang banyak dikenal sebagai aktris, melalui sejumlah akting yang dilakukannnya pada sejumlah film layar lebar. Namun kini, ia hadir kembali ke dunia perfilman bukan sebagai aktris, melainkan sebagai produser.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak tiga film ia lakoni bersama studio film Base Entertainment. Adapun film perdana yang akan diproduserinya yakni bertajuk Guru-Guru Gokil yang ber-genre drama komedi. Cerita dan skenarionya ditulis oleh Rahabi Mandra, peraih piala penulis skenario adaptasi terbaik FFI 2017 untuk film Night Bus.

Diprediksi, film tersebut akan produksi mulai pada 2019, dimana Base Entertainment berfokus pada kegiatan pendanaan, pengembangan cerita dan hak kekayaan intelektual, serta distribusi film di Indonesia.

Studio baru ini merupakan gabungan dari tiga perusahaan film lama, yaitu Salto Films yang didirikan salah satu inisiator Jakarta International Film Festival (JIFFEST) Shanty Harmayn, Million Pictures oleh Ben Soebiakto dan Aoura Chandra, dan Kawi Content yang didirikan oleh Tanya Yuson dan berbasis di Singapura.

“Aku senang banget ya sejauh ini keterlibatan aku sama Mbak Shanty sebenarnya diskusi untuk kerja bareng jadi co produser itu sudah terjadi dari tahun 2013 sampai 2014. Tiba-tiba akhirnya benar-benar direalisasikan di tahun 2018 ini,” ujarnya kepada awak media di kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan, Selasa 27 November 2018.

Diketahui, saat ini Base Entertainment tengah berkolaborasi dengan Joko Anwar untuk tiga film terbarunya, yaitu Impetigore, The Vow dan Ghost In The Cell. Shanty Harmayn yang menawarkan Dian untuk bergabung mengatakan, dirinya sudah melakukan pembicaraan selama setahun dengan isteri pengusaha Indraguna Sutowo itu tentang keinginan sang aktris untuk menjadi produser.

“Saya kenal Dian sudah sangat lama dan mengikuti perkembangannya dari awal. Hal ini, menurut saya, adalah langkah yang tepat dan organik untuk Dian,” ujar Shanty Harmayn.

Ia juga menjelaskan bahwa industri film sekarang sedang berkembang. “Pasar mempunyai permintaan yang tinggi akan creative content. Kesempatan emas ini harus disambut dengan menghasilkan karya-karya berkualitas dengan penuh keragaman,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed