oleh

Nasib Pekerja di Sektor Kesehatan Masih Terabaikan?

-Ekonomi-167 views

indonesiakita.co – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (DPP FSP Farkes Reformasi) Idris Idham mengatakan bahwa kesejahteraan pekerja kesehatan masih terabaikan. Adapun menurutnya, berdasarkan catatan FSP Farkes Reformasi yang merupakan berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), banyak pekerja rumah sakit dan klinik yang upahnya masih di bawah Upah Minimum Kabupaten/Kota atau Provinsi (UMK/UMP).

“Seperti para perawat, tenaga farmasi, tenaga laborat dan yang lain masih banyak yang upahnya masih di bawah UMK/UMP” ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di luar daerah. Bahkan juga terjadi di beberapa rumah sakit yang ada di Jabodetabek. “Kami setuju bahwa sehat adalah hak rakyat. Tetapi sebagai serikat pekerja FSP Farkes Reformasi menuntut agar kesejahteraan pekerja kesehatan untuk mendapatkan haknya sesuai peraturan yang berlaku seperti upah, lembur, jaminan sosial dan lainnya juga harus diperhatikan. Apalagi mereka perawat, tenaga farmasi maupun tenaga laborat adalah tenaga yang terampil di bidangnya.”tambahnya.

Oleh karena itu, dalam momentum Hari Kesehatan Nasional pada Senin 12/11/2018 kemarin, ia meminta kepada pemerintah agar nasib pekerja kesehatan tidak diabaikan. “Sebab mereka adalah orang-orang yang selama ini bekerja di garis depan untuk mengawal kesehatan rakyat, selain itu adanya kenaikan pada upah di sektor kesehatan,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed