oleh

Pengamat Sebut Maskapai Penerbangan Tidak Disiplin

-Headline, News-94 views

indonesiakita.co – Jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, bebrapa waktu lalu menambah catatan sejumlah kecelakaan pesawat terbang di Indonesia. Tentunya peristiwa ini menjadi pertanyaan banyak pihak, baik mengenai prosedur penerbangan maupun peraturan dalam penerbangan di Indonesia.

Menanggapi hal ini, pengamat penerbangan Chappy Hakim menyatakan, maraknya kecelakaan pesawat terjadi karena tingkat kedisiplinan yang rendah dari pihak maskapai untuk memenuhi rasa kepuasan pelanggan.

Ia juga menjelaskan, bahwa banyak pihak maskapai dinilai sering mengabaikan persoalan kecil yang kadang bisa berakibat fatal. Dia meminta maskapai dan otoritas penerbangan menjadikan kecelakaan Lion Air sebagai ajang instrospeksi sekaligus refleksi untuk perbaikan.

“Sebenarnya refleksi disiplin pelaku benerbangan itu mudah. Pesawat on time,” kata Chappy dalam diskusi Polemik Radio MNC Trijaya Network yang bertajuk “Awan Hitam Penerbangan Kita” ujarnya, dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2018).

Bahkan tak jarang, jika terjadi keterlambatan penerbangan, petugas tak mempedulikan para penumpang. “Akibat dari banyaknya penumpang, kita sering juga dengar dari media, kadang-kadang (pesawat) delay, itu terkadang chaos dan kemudian petugasnya kabur,” tambah Cheppy.

Adapun saat ini menurutnya, pengawasan dari Kementerian Perhubungan terhadap seluruh maskapai di Tanah Air masih sangat kurang. Maka tak heran, pihak maskapai kerap kali mengorbankan penumpang demi mendapat keuntungan lebih. “Harus ada pengawasan yang tinggi,” tegasnya.

Selain itu, Kemenhub juga diharapkan berani mengeluarkan sanksi tegas kepada sebuah maskapai penerbangan melakukan pelanggaran. “Tiga simpul ini kalau tidak terjadi, maka sangat mungkin menyebabkan terjadinya kecelakaan,” tukasnya. (Fel)

Komentar

News Feed