oleh

Pro Kontra Penggunaan Dana Haji untuk Proyek Infrastruktur

indonesiakita.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap dana haji yang akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur dapat digunakan dengan baik. Terlebih, informasi yang beredar, sejumlah proyek tersebut didanai dari dana haji yang berasal dari setoran awal saat calon jemaah haji pada saat mendaftar.

Ketua MUI Muhyiddin Junaedi menyatakan, pengelolaan keuangan haji yang bisa menimbulkan riba. Diketahui, bahwa ongkos haji (reguler) yang selama ini dibayar calon jemaah haji Indonesia adalah Rp35 juta sampai Rp40 juta, tetapi biaya sesungguhnya sebesar Rp65 juta.

“Sehingga kekurangan ongkos haji tersebut harus diambil dari pendapatan optimalisasi. Sebab itu, kita menyerahkan semua itu kepada BPKH bagaimana mengelola keuangan haji tersebut,” ujarnya, di Jakarta.

Sementara itu, Sedangkan Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky mengatakan tidak setuju kalau dana haji digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Sebab risiko sangat besar kalau dana itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur, sehingga pemerintah harus bertanggungjawab kalau sampai terjadi kerugian.

“Apalagi penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur rawan untuk dikorupsi. Sebab itu, harus dihindari penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur,” terang pria yang akrab disapa Uchok di Jakarta, Sabtu (20/10) kemarin.

Menanggapi hal ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui, calon jemaah haji saat mendaftar akan menandatangani akad wakalah. Ini dibuat calon jemaah saat mendaftar haji, merupakan bentuk legalitas, baik syar’i maupun hukum positif, bagi BPKH.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan menegaskan, pengelolaan dana haji saat ini berada di tangan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Badan ini yang menyusun strategi investasi untuk mengelola keuangan haji.

Seperti diketahui hingga April 2018, dana haji di Indonesia mencapai Rp 105 triliun. Terdiri dari Rp 102 triliun dana setoran awal dan nilai manfaat. Sedangkan sisanya sekitar Rp 3,2 triliun adalah dana abadi umat yang merupakan surplus dari penggunaan pengelolaan haji. (Leoman)

Komentar

News Feed