oleh

Konglomerat Tukar Dolar AS ke Rupiah, Ini Tanggapan Pengamat

indonesiakita.co – Konglomerat Indonesia merupakan pimpinan Mayapada Group Dato’ Sri Tahir baru saja menukarkan deposito valuta asing (valas) berupa dolar AS dan dolar Singapura dengan jumlah yang cukup fantastis, yaitu Rp 2 triliun. Tentu saja langkah tersebut mendapat sorotan banyak pihak.

Diketahui, ia menukarkan dolar AS menjadi rupiah, disaat kondisi rupiah saat ini terus mengalami penurunan pada nilai tukar terhadap dolar AS.

Sebelum Tahur, Forum Komunikasi Asosiasi (Forkas) Pengusaha Jatim juga sudah menukarkan 50 juta dolar AS atau setara dengan Rp 760,7 miliar (asumsi kurs Rp 15.200).

Tahir mengajak pengusaha untuk segera menukarkan dolarnya ke rupiah. “Saya berharap pengusaha lain menukarkan dolarnya masih banyak pengusaha yang punya uang di Singapura dan Amerika Serikat,” ujarnya, kemarin.

Tahir yakin jika pengusaha dapat kompak menukarkan devisa yang mereka miliki dapat membantu stabilitas rupiah lantaran menambah jumlah pasokan valuta asing di dalam negeri.

Menanggapi sejumlah pengusaha menukarkan dolar ke bentuk rupiah, Direktur Riset Centrer of Economic Reform (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan dampaknya terhadap rupiah tidak akan signifikan . “Walaupun jumlahnya tergolong fantastis, namun nilai transaksi tersebut cukup kecil jika dibandingkan dengan nilai transaksi di pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika penjualan dollar tersebut dilakukan hanya satu waktu dan tidak berkesinambungan sehingga kurang memberikan dampak kepada supply dan demand pasar tidak akan signifikan.

Adapun penukaran valas yang dilakukan oleh Tahir sebesar Rp 2 triliun, atau sebesar 131,5 juta juta dollar AS setara dengan 0,18 persen dari total Dana Hasil Ekpsor (DHE) yang masih berbentuk dollar AS per Juni 2018 lalu senilai 69,88 miliar dollar AS.

“Tapi kita harapkan dari aksi pada pengusaha ini lebih kepada membangun persepsi positif di pasar yang menunjukkan pengusaha masih memiliki kepercayaan yang besar terhadap rupiah,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed