oleh

Buruh Ancam Tolak Dukung Jokowi Jika Tetap Lakukan Impor

indonesiakita.co – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menepati janjinya untuk melakukan aksi unjuk ras di depan Gedung Kementerian Perdagangan hari ini. Pengunjuk rasa mendesak presiden Joko Widodo agar segera memecat Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita karena dinilai telah merugikan petani di Indonesia dengan berbagai kebijakan impor pangan.

“Indonesia tidak selayaknya membuka kran impor bahan pangan sebesar-besarnya, karena hal ini karena stok kebutuhan pangan dalam negeri masih terpenuhi di samping Indonesia adalah negara agraris. Negara ini negara agraris, tapi faktanya Indonesia malah impor soal pangan,” ujar Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz, di atas mobil komando, Senin (1/10/2018).

Ia juga menuding para pejabat di Indonesi bermental rente. “Kami KSPI wakili 1,7 juta anggota di seluruh indonesia, tolong segera hentikan impor kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Ironis kenapa banyak petani dan nelayan tapi kebijakan pemerintah malah melakukan impor, ini apakah pejabat kita mental rente,” tegas Aziz.

Selain itu menurutnya, Partai Nasdem bertanggung jawab atas kebijakan Enggartiasto yang dianggap menyengsarakan para petani, dan tidak akan mendukung presiden Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kami akan menyuarakan sampai ke lapisan bawah, jika kebijkn impor tetap dilakukan maka kami tidak akn mendukung dan mencoblos Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Sementara itu, menurut Presiden KSPI Said Iqbal, aksi di Gedung Partai Nasdem, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia, dan Istana Negara bertujuan untuk menghentikan impor beras, bawang, daging, garam, gula, crinkel semen, pangan, energi.

“Kami akan melawan mafia impor dan mendesak pemerintah untuk membangun ketahanan pangan dan energi nasional. Buruh juga meminta turunkan harga barang dan listrik, serta jangan impor,” ujar Said dalam keterangannya.

Adapun isu lain yang diangkat adalah menolak pertemuan IMF-World Bank di Bali yang dinilai buruh menghambur-hamburkan uang APBN. Keberadaan IMF – World Bank, menurut Iqbal, tidak dibutuhkan oleh Indonesia maupun dunia.

“Kami juga menolak rekomendasi IMF – World Bank yang ingin menghapuskan upah minimum dan membebaskan penggunaan buruh outsourcing sebebas-bebasnya,” ujar Iqbal. (Fel)

Komentar

News Feed