oleh

Imam Nahrawi Ditahan KPK, Kuasa Hukum Sewot

-Headline, News-192 views

indonesiakita.co – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi khirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka  selama sekitar delapan jam di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

Setelah itu keluar dari Gedung KPK pada pukul 18:18, Imam sudah mengenakan rompi oranye bertulis Tahanan KPK.Imam ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp26,5 miliar untuk pengurusan proposal dana hibah KONI.

Dia diduga menerima uang dalam dua tahapan. Politisi PKB itu menerima uang pada  2014-2018 melalui Asisten Pribadinya, Miftahul Ulum senilai Rp14,7 miliar dan kedua sekitar tahun 2016-2018 sejumlah Rp11,8 miliar.

Sebelumnya Imam selalu mangkir saat dipanggil KPK. Tercatat KPK memanggilnya hingga tiga kali, yakni pada  31 Juli 2019, 2 Agustus 2019 dan 21 Agustus 2019. Dia baru memenuhi panggilan KPK kemarin usai ditetapkan sebagi tersangka.

Namun demikian, kuasa Hukum mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Soesilo Aribowo, menyayangkan penahanan kliennya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Soesilo mengatakan tidak ada urgenai bagi KPK untuk menahan Imam.

“Memang kita sayangkan penahanan tapi karena ini protap kita hormati juga,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).
Dia menjelaskan beberapa alasan dilakukan penahanan terhadap Imam dinilai tidak akan terjadi. Terlebih politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga sudah dicegah keluar negeri oleh KPK.

“Karena Pak imam Nahrawi sebenarnya juga sudah mengundurkan diri dari Menteri olahraga. Tentunya kekhawatiran melarikan diri, sekarang sudah dicegah  ke luar negeri, mengulangi perbuatan dan sebagainya saya kira tidak akan terjadi. Saya berpandangan urgensinya tidak ada,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed