oleh

Gubernur Sumsel Ogah Mundur Gara-gara Karhutla

indonesiakita.co – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru angkat bicara soal kondisi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Hal ini ia lakukan setelah sejumlah mahasiswa melakukan aksi menuntut agar kasus karhulta segera dituntaskan.

Ia mengatakan bahwa, perubahan kondisi ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya karena perubahan arah mata angin.

“Faktornya banyak, ini saya instruksikan semua bupati tetap stay di wilayahnya masing-masing. Jaga wilayah,” ujarnya, di hadapan mahasiswa.

Adapun menurutnya, terkait penegakan hukum di lapangan, Herman Deru mengaku saat ini polisi sudah bekerja. Bahkan sudah ada korporasi yang terlibat dalam karhutla dan segera diproses ke meja hijau.

“Penerapan hukum itu ada ranah hukum, tapi lahan kita ini berjumlah 1,4 juta hektare dan banyak lahan gambut. Ada perusahaan korporasi yang kalian sebut, kalau hasil lidik korporasi terbukti salah, saya katakan akan tutup perusahaan itu,” tegasnya.

Namun demikian, ia menegaskan tak akan mundur dari jabatan gubernur jika tidak bisa mengatasi persoalan karhutla dan kabut asap.

“Ada beberapa poin tuntutan, tapi yang terakhir ini saya tidak mau teken (tanda tangan). Kalau kalian minta saya mundur ya saya tidak mau, siapa yang mau. Kalau kalian menyuruh saya mundur di jabatan ini, ya saya konyol dong. Tetapi kalau yang lain saya setuju, ada enam poin saya setuju, kecuali mundur,” kata mantan Bupati OKU Timur dua periode ini.

Ia menambahkan, sejak ia menjabat menjadi gubernur di Sumsel, tak ada perusahaan yang diberikan kesematan dalam mengelola lahan. “Sejak saya menjabat, belum ada satu perusahaan pun yang saya setujui untuk mengelola lahan. Jadi tidak bisa dong begitu. Saya tidak mau bohongi kamu, maka kita sama-sama berusaha. Mahasiswa juga harus terlibat, besok kita sama-sama salat istisqa di Griya Agung,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed