oleh

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 5.534 T, Rizal Ramli: Menkeu Terbalik Bikin Rakyat Jungkir Balik!

-Ekonomi-26.835 views

indonesiakita.co – Ekonom senior Indonesia, Rizal Ramli menanggapi kondisi Utang Luar Negeri (ULN), yang kian hari semakin membesar. Diketahui, hari ini Bank Indonesia (BI) merilis bahwa pertumbuhan ULN yang meningkat tersebut bersumber dari ULN pemerintah dan swasta.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia Juli 2019 sebesar US$ 395,3 miliar. Angka ini tumbuh 10,3% year on year (yoy) meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,9% (yoy).

“Menkeu terbalik..! Bikin rakyat jungkir balik!, konsep ekonomi yang diterapkan Menkeu (Sri Mulyani) betul-betul neoliberal, gak mikir rakyat tambah susah,” ujarnya, hari ini di Jakarta.

Adapun total ULN ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 197,5 miliar, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 197,8 miliar.

“Pertumbuhan ULN yang meningkat tersebut bersumber dari ULN pemerintah dan swasta. Pertumbuhan ULN pemerintah meningkat sejalan dengan persepsi positif investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia,” tulis keterangan resmi BI dikutip pada hari ini, Senin, (16/9/2019).

Diketahui, untuk ULN Pemerintah di bulan Juli 2019 tumbuh 9,7% (yoy) menjadi sebesar US$ 194,5 miliar, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya 9,1% (yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh arus masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik yang tetap tinggi disaat kondisi global yang kurang kondusif.

Jauh sebelumnya, mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB ini juga menanggapi utang pemerintah dengan menggunakan data terakhir di mana utang pemerintah mengalami kenaikan hingga Rp 347 triliun dalam setahun.

Utang pemerintah pusat per akhir April 2019 mencapai Rp 4.528,45 triliun atau meningkat Rp 347,84 triliun dari periode akhir April 2018 yang hanya sebesar Rp 4.180,61 triliun.

“Utang pemerintah setahun naik Rp 347 T. Nyaris Rp 1 trillun per hari! Kok prestasi tertinggi ngutang? Wong Menkeu “Ratu Utang” dipuja2 kreditor karena berikan bunga tertinggi di ASEAN,” ketus Rizal Ramli melalui akun Twitternya, beberapa waktu lalu.

Padahal menurutnya, uang negara bisa habis untuk membayar utang, terlebih lagi dengan bunganya. Ia mengumpamakan uang sebesar itu mestinya digunakan untuk membuat lahan baru yang bisa memperkerjakan para petani Indonesia.

“Coba bayangkan itu prioritasnya, utang setiap hari bayar bunganya berapa, padahal kalo kita pake itu bikin sawah ladang tebu, ladang jagung jutaan rakyat kita bekerja,” katanya.

“Padahal dengan Rp 1 triliun kita bisa bikin itu tadi sawah baru, lebih malah nggak sampai segitu. Bayangkan lapangan pekerjaan yang bisa dibuka dengan 1 juta sawah baru, setengah juta hektar tebu, 1 juta kebun jagung. Daripada uangnya untuk bayar utang,” pungkasnya. (Fel)

Komentar

News Feed