oleh

Wajah Jokowi Mirip Pinokio di Majalah Tempo Beredar di WhatsApp

indonesiakita.co – Polemik pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga hari ini masih terus bergulir. Terlebih revisi UU KPK dinilai akan menggerus kekuatan lembaga antirasuah itu sebagai alat pemberantas korupsi.

Adapun hari ini, informasi beredar dari sejumlah layanan pesan WhatsApp, yakni halaman majalah Tempo yang memuat wajah presiden Jokowi mirip dengan tokoh kartun ‘Pinokio’. Dimana diketahui, Pinokio merupakan tokoh yang disebut-sebut sebagai sosok yang tidak memenuhi janji dalam hidupnya.

Pada halaman cover majalah tersebut, tertulis” Janji tinggal janji, para penggiat anti korupsi menuding presiden ingkar mengenai penguatan KPK, benarkah sejak awal Jokowi mendukung ketua komisi terpilih” begitu tulis halaman tersebut.

Redaksi juga mengutip sedikit tulisan yang ada dalam artikel yang dikemas melalui pdf. Berikut beberapa artikel yang dikutip:

“TERPILIHNYA Inspektur Jenderal Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode mendatang dan revisi Undang­Undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi merupakan pukulan besar bagi lembaga antirasuah itu. Ketua KPK Agus Rahardjo, 63 tahun, mengatakan lembaganya sedang dikepung dari berbagai sisi.

Merasa ada banyak upaya melemahkan KPK, dalam jumpa pers bersama Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dan Saut Situmorang pada Jumat, 13 September lalu, Agus menyerahkan tanggung ­jawab pengelolaan Komisi kepada Presiden Joko Widodo.

Pembahasan revisi Undang­Undang KPK yang terkesan sembunyi­ sem­bunyi dan terburu­buru menjadi alasan para pemimpin Komisi menye­rahkan mandat tersebut kepada Presiden Jokowi. Revisi itu disetujui Dewan Perwakilan Rakyat dalam rapat paripurna pada 5 September lalu. “Yang membuat kami sangat kecewa dan prihatin, kenapa pembahasan RUU KPK tetap sembunyi­sembunyi, tidak transpa­ran,” kata Agus kepada ­Tempo.

Sehari setelah revisi Undang­Undang KPK disepakati, pemimpin Komisi menyurati Presiden Jokowi. Dalam surat tersebut antara lain disampaikan bahwa poin­poin revisi akan memperlemah KPK. Gayung tak bersambut. Presiden Jokowi menandatangani surat presiden terkait dengan revisi tersebut. Kamis malam, 12 September lalu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menghadiri rapat pembahasan revisi undang­undang tersebut bersama Badan Legislasi DPR.

Kepada wartawan Tempo, Anton Aprianto, Sapto Yunus, Linda Trianita, Riky Ferdianto, Aisha Shaidra, dan Maya Ayu Puspitasari, di Gedung Merah Putih KPK, Senin, 9 September lalu, Agus menjelaskan upaya­upaya pelemahan KPK serta harapannya kepada Presiden Jokowi. Wawancara susulan berlangsung pada Jumat, 13 September, melalui pesan WhatsApp. (Sumber: Tempo, 16-22 September 2019)

Komentar

News Feed