oleh

Bukalapak Keok, Teori Belanja Online Omong Kosong?

-Ekonomi-30.297 views

indonesiakita.co – Perusahaan jasa Online Bukalapak dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada beberapa divisi. Kondisi tersebut dinilai merupakan kelamahan yang terjadi pada sektor konsumsi ritel konvensional dan online.

“Faktanya kondisi ekonomi saat ini sama-sama berat baik bagi pemain konvensional maupun online,” ujar peneliti ekonomi INDEF, Bhima Yudhistira, hari ini di Jakarta.

Adapun menurutnya, konsumsi rumah tangga memang rendah dikisaran 5%, kemudian kelas menengah dan atas yang tadinya diandalkan untuk mendorong konsumsi akhirnya terpaksa menahan belanja. “Konsumen sedang khawatir isu resesi ekonomi global, perang dagang, rendahnya harga komoditas,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya memang, Bukalapak telah mengonfirmasi perusahaannya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah karyawannya. Hal ini dilakukan Bukalapak sebagai upaya restrukturisasi.

“Di skala perusahaan yang sudah tumbuh sebesar ini, tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company. Terutama untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang,” ujar manajemen Bukalapak, Selasa (10/9/2019).

Komentar

News Feed