oleh

Tak Lagi WNI, Benny Wenda Sebut Wiranto Penjahat Perang dan Dicari PBB

-Headline, News-25.151 views

indonesaiakita.co – Aktivis pro kemerdekaan Papua, Benny Wenda dipastikan saat ini telah berstatus warga negara Inggris. Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) Kementerian Hukum dan HAM mengenai status tersebut.

Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi,Sam Fernando menyebutkan, Benny sudah tinggal di Inggris sejak 2003 silam. “Ya.. memang pernah menjadi WNI, dan dia (Benny) sudah tinggal di Inggris sejak 2003,” ujarnya, kemarin.

Namun demikian, Fernando hanya menjelaskan lasan terkait bagaimana seorang warga negara berpindah status kewarganegaraan. Ia enggan menceritakan secara detai bagaimana kronologi Benny pindah warga negara.

“Setiap warga negara dapat dengan sendirinya mengalami kehilangan status kewarganegaraannya karena: memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri, tidak menolak atau melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu, masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin Presiden,” ungkapnya.

Fernando menambahkan, bahwa seorang WNI bisa kehilangan status kewarganegaraan ketika sukarela masuk dalam dinas negara asing, dan sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia ke negara asing atau bagian dari negara asing tersebut. Menurutnya, hal ini tertuang sebagaimana Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Kemudian tidak adanya kewajiban dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing, dan mempunyai paspor atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.

Selain itu, tinggal di luar wilayah negara Republik Indonesia selama lima tahun terus menerus bukan dalam rangka dinas negara–tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI sebelum jangka waktu 5 tahun itu berakhir.

“Dan setiap lima tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada perwakilan Indonesia yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan Indonesia tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan,” tutupnya.

Informasi mengenai Benny Wenda sebelumnya kembali muncul setelah aksi protes antirasialisme terhadap mahasiswa Papua merebak di sejumlah daerah di Indonesia. Terutama di Papua dan Papua Barat.

Pemerintah menuding Benny Wenda ikut andil memantik kerusuhan dan gejolak di Papua. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut ricuh tak lepas dari aksi provokasi aktivis pro-kemerdekaan Papua tersebut.

Menurut Wiranto, Benny aktif menyebarkan hoaks alias informasi palsu soal Papua ke luar negeri. Wiranto menuding Pemimpin organisasi Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda sebagai salah satu pihak yang memprovokasi masyarakat Papua untuk bertindak anarkis.

Dia mengatakan, bila berada di Indonesia, pemerintah Indonesia pasti akan langsung menangkap Benny Wenda. Sayangnya, Benny Wenda kini telah menetap dan menjadi warga negara Inggris.”Masuk ke Indonesia saya tangkap atau kita tangkap. Kita proses,” ungkap Wiranto di kantonya, rabu (4/9/2019) kemarin.

Dia menuturkan, tak mudah menangkap yang bersangkutan. Lantaran mendapatkan suaka dari Inggris.  “Ini kan bagian dari satu yang nyata, yang kita hadapi. Bukan hanya Indonesia, negara-negara lain pun ada pihak-pihak tertentu yang selalu ngerecokin. Dan tatkala mereka sudah bukan warga negara Indonesia dan juga sudah ada perlindungan suaka dari negara-negara lain, prosesnya kan tidak sesederhana yang kita pikirkan,” tukas Wiranto.

Sementara itu, merespons tuduhan tersebut, Benny Wenda pun balas menuding Wiranto berupaya memicu konflik horizontal dengan warga Papua, mengutip CNNIndonesia, hari ini.

“Wiranto gunakan saya. Wiranto adalah penjahat perang yang dicari oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena kejahatan perang. Adalah Wiranto yang membentuk ‘Pasukan Penjaga Merah & Putih’ dan mencoba memicu konflik horizontal antara warga Papua dan warga Indonesia,” kata Benny melalui surat elektronik kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (3/9).

Komentar

News Feed