oleh

Nasdem Mempertontonkan Gaya Politik Murahan

-Opini-339 views

indonesiakita.co – Partai Nasdem berencana melayangkan somasi terhadap Rizal Ramli atas pernyataannya yang dinilai menjatuhkan karakter Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh. Tentunya ini pasti berkaitan dengan tudingan Rizal, dimana belakangan mantan Menko Ekonomi di era Gusdur itu menyebut menteri Enggartiasto Lukita merupakan sosok menteri yang doyan impor.

Dimana pada tayangan Sapa Malam Kompastv, Rizal Ramli menyebutkan menteri Jokowi doyan melakukan impor, dan meminta agar Jokowi menegur Surya Paloh sebagai ketum partai, dan memang, Enggar merupakan politisi Nasdem.

“Inikan impor terus menerus dilakukan, pak Surya Paloh, tolonglah jangan impor terus, dan kalau bisa Pak Jokowi tegur agar hati-hati mengambil kebijakan impor,: sebut Rizal dalam sesi wawancara tersebut.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP NasDem Syahrul Yasin Limpo melakukan jumpa pers di Kantor DPP NasDem dengan memberikan sinyal somasi. “Terhadap fitnah saudara RR (Rizal Ramli), Partai NasDem menyampaikan somasi atau peringatan hukum kepada yang bersangkutan,” ujarnya, kemarin kepada awak media.

Selain itu, Ketua Bappilu Partai NasDem Effendy Choirie menyebut kritik terhadap pemerintah biasa dalam negara penganut sistem demokrasi. “Karena apa yang disampaikan berbau fitnah, tidak ada bukti, tidak ada fakta,” kata pria yang akrab disapa Gus Choi di Kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa, 11 September 2018.
 
Gus Choi mempersilakan Rizal mengkritik pemerintah. Namun, kritik yang disampaikan tak membawa dan memfitnah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Selain itu, ia juga mengkritik Partai Demokrat sudah terbiasa bermain dua kaki atau dua kubu.

Ia mengatakan, pada periode lalu, yakni pada Pilpres 2014, Demokrat juga melakukan hal yang sama. “Demokrat kan sudah biasa dua kaki. Periode lalu dua kaki. Dia nggak sukses apa namanya bikin bikin konvensi presiden, setelah itu nggak ikut sana sini, ya ada yang ikut sana sini setelah itu di DPR begitu kan, itu biasa. Tapi itu hak dia lah,” ujar Gus Choi, di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018).

Saya menilai, bahwa apa yang dilakukan partai Nasdem menunjukkan rasionalitas yang melemahkan presiden Jokowi.

“Sungguh disayangkan, jika kritikan itu dilarang, saya paham betul apa yang dikatakan Rizal Ramli soal impor yang dilakukan oleh Mendag Enggartiasto Lukita. Bukankah karena itu merupakan sikap sayang bagi seorang ekonom terhadap kepeduliannya atas bangsa ini. Pak Enggar itu pernah loh kalau tidak salah saat dicecar Komisi VI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Enggar dinilai tak memberikan jawaban yang signifikan,”.

Mendag hanya bilang dasar impor tujuannya untuk intervensi pasar. Hal ini langsung dibantah keras Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman. Menurutnya, cara intervensi pasar ala Mendag patut dipertanyakan. Pasalnya, bila Mendag mau menstabilkan harga, seharusnya yang ditunjuk impor adalah Perum Bulog, bukan PPI.

“Ini menunjukkan bahwa partai-partai pendukung Jokowi betul-betul tak memahami arti kritik sesungguhnya mengenai konteks yang dilayangkan Rizal terhadap Presiden, Surya Paloh hingga Mendag. Menurut saya itu bukan penghinaan, justru Rizal menunjukkan sayangnya ia pada Jokowi karena di beberapa media Rizal juga menyebut Jokowi berhasil membangun infrastruktur. Namun mengkritik bahwa tim ekonomi pemerintah lemah,” sebutnya.

Saya juga menyayangkan sikap Gus Choi yang menyebut Demokrat main dua kaki seperti yang diucapkan pada sejumlah media pada Selasa (11/9/2018) kemarin. Menurut hemat saya, hal tersebut secara tidak langsung mengejek partai Golkar yang jelas melakukan hal yang sama pada Pilpres 2014, dimana sebelumnya mendukung Prabowo-Hatta, namun dalam hari beralih mendukung Joko Widodo.

“Ya menurut saya sah-sah saja, jika memang kader Demokrat ada yang mendukung Jokowi, seharusnya ya orang Demokrat yang ambil sikap, mengapa harus Nasdem yang kebarakan jenggot. Ini gak etis lah. Bagaimana Ngabalin yang dulu juga menilai Jokowi bukan presiden yang layak bagi Indonesia. Itu lebih menyakitkan,” sambungnya.

Ia juga berharap, partai pendukung Jokowi tak mempermasalahkan dengan kehadiran Deddy Mizwar dan beberapa gubernur terpilih yang menyatakan dukungannya terhadap Jokowi.

“Saya masih yakin Jokowi presiden yang baik, namun perlu diingat, jangan seperti cari muka lah, sok-sokan peduli presiden, tapi dalam konteks yang absurd. Kasihan masyarakat kita telah dipertontonkan dagelan politik yang menjenuhkan ini. Rupiah jeblok dikritik tersinggung, impor disaat panen raya marah, kader parpol sebelah dukung pertahana sebel, inikan gak sehat namanya,”. Malang, 11 September 2018, Muda Saleh (Pemerhati Sosial Universitas Bung Karno)

Komentar

News Feed