oleh

Jokowi Masih Yakin, Rupiah Anjlok Karena Faktor Eksternal

-Ekonomi-786 views

indonesiakita.co – Presiden Joko Widodo mengungkapkan kondisi pelemahan yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia menjelaskan, bahwa hal itu terjadi karena adanya faktor eksternal, dimana diantaranya perang dagang AS-China, serta krisis ekonomi yang terjadi di Turki dan Argentina.

Hal ini ia ungkapkan pada saat menghadiri Realisasi Satu Juta Ekspor Mobil Toyota, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 5 September 2018.

“Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di AS, baik yang berkaitan dengan perang dagang AS dan Cina, baik yang berkaitan dengan krisis di Turki dan Argentina,” ujarnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, bahwa pemerintah harus bersikap waspada dan berhati-hati terhadap dampak perekonomian dari negara lain. Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah akan terus berkoordinasi baik di sektor fiskal, moneter, industri, dan dengan para pelaku usaha. “Saya kira koordinasi yang kuat ini menjadi kunci sehingga jalannya itu segaris semuanya,” jelas Jokowi.

Selain itu, menurutnya kunci utama untuk mengatasi kondisi ekonomi saat ini yakni peningkatan investasi dan juga peningkatan volume ekspor. Sehingga masalah defisit transaksi berjalan pun juga dapat diselesaikan.

Ia pun menargetkan para menterinya untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan dalam waktu satu tahun.”Kalau ini selesai, itu akan menyelesaikan semuanya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan, salah satu cara untuk mengurangi impor yakni dengan mengimplementasikan kebijakan biodiesel 20 (B20). Langkah ini dinilainya akan mengurangi impor minyak hingga 5-6 miliar dollar AS. “Kemudian kalau CPO kita pakai sendiri untuk B-20 maka suplai ke pasar turun, sehingga kami harapkan harga CPO juga naik. Ini sudah merangkak naik,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed