oleh

Dukung Pertemuan IMF, Bali Ajukan Enam Pembangunan Infrastruktur

indonesiakita.co – Dalam rangka mendukung pelaksanaa agenda pertemuan Internasional Monetary fund (IMF), pemerintah Provinsi Bali mengajukan enam proyek infrastruktur kepada pemerintah pusat. Meski demikian, nantinya pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur tambahan ini tidak akan dibebankan seluruhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mengatakan, ada enam infrastruktur yang diajukan, diantaranya adalah Bandara Bali Utara, jalan tol, pembangunan jalur kereta api, kawasan industri pariwisata Buleleng Barat, dan kawasan pariwisata Nusa Penida. Kemudian pembangunan stadion Cenggiling, Pecatu, serta pemeliharaan stadion Ngurah Rai.

Adapun keenamnya merupakan sarana pendukung, dan beberapa diantaranya akan digunakan untuk pertemuan IMF-World Bank yang akan digelar pada 2018 mendatang.

“Jika usulan ini disetujui, Pemerintah Provinsi Bali menyatakan akan mengejar pembangunan beberapa proyek tersebut, ini semata untuk membantu agar pelaksanaan pertemuan tersebut (IMF-World Bank) dapat berjalan lancar” ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Sudikerta menjelaskan, selain menggunakan APBN, pendanaan bisa menggunakan dana dari Bank Dunia, atau melalui pihak swasta. “Belum.. belum dipastikan estimasi biayanya” tambahnya.

Sementara itu, pembangunan underpass Ngurah Rai cukup dibutuhkan karena nantinya akan berfungsi untuk mengurai kemacetan pada saat acara berangsung. “ ya kita kan gak mau macet pas acra berlangsung, dan ini sangat penting untuk citra kita di mata dunia” pungkasnya. (Waw)

Komentar

News Feed