oleh

Bos Taksi Malaysia Hina Indonesia Minta Maaf, Pengemudi Ojol Gak Puas!

-Headline, News-1.163 views

indonesiakita.co – Pengendara ojek online roda dua membatalkan niatnya melakukan aksi terkait adanya pernyataan dari pemilik perusahaan taksi Big Blue asal Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail yang menyulut kecaman di Indonesia. Dimana sebelumnya, dalam sebuah kegiatan, dia menyebut menolak kehadiran ojek daring (Gojek) di Negeri Jiran, dan menyebut pekerjaan itu tidak cocok karena pemuda Malaysia tidak miskin seperti di Indonesia.

pengemudi yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) akhirnya berhasil berdiskusi dengan perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia. Garda dalam kesempatan tersebut membacakan enam poin aspirasi mereka dan pihak Kedubes Malaysia disebut menyatakan bahwa ucapan pemilik perusahaan taksi asal Malaysia, Big Blue, Shamsubahrin Ismail, yang jadi pemicu rencana demonstrasi, tidak mewakili negara.

“Mereka juga menyesalkan yang terjadi atas pernyataan itu karena tidak mewakili pihak pemerintahan Malaysia atau masyarakat Malaysia. Itu hanya pernyataan pribadi atau untuk perusahaannya saja,” ujar Igun kepada awak media, saat ditemui di Kedubes Malaysia, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Jadi tidak mewakili semua. Itu penjelasan dari pejabat Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta saja!,” tutupnya.

Sebelumnya, Datuk Shamsubahrin Ismail menyebut pekerjaan itu tidak cocok karena pemuda Malaysia tidak miskin seperti di Indonesia. “Ini negara miskin, kita negara kaya. Kalau Indonesia anak muda bagus, dia tak keluar, keluar negara untuk cari kerja. Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta,” kata Shamsubahrin dalam video itu.

Namun kini, ia menyataan permintamaafannya kepada masyarakat Indonesia. “Saya minta maaf atas pernyataan saya yang menyatakan Indonesia miskin. Indonesia selalu di hati saya, termasuk para penduduknya,” kata Shamsubahrin dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, seperti dikutip Malay.Mail Rabu (28/8).

Shamsubahrin mengaku setelah video pernyataannya menyebar di dunia maya, akun media sosialnya langsung dibanjiri hujatan dan kecaman. Namun, dia menyatakan pernyataan itu dia sampaikan hanya berdasarkan pemberitaan soal perekonomian Indonesia.

“Saya mendapat sejumlah pesan yang masuk ke ponsel dari rekan-rekan di Indonesia, dan juga pengemudi Gojek. Kebetulan saya ada di dalam grup WhatsApp pengemudi Gojek dan Grab. Saya harap tidak ada demonstrasi dan hubungan negara tetap baik,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed