oleh

Kisah Raibnya Kekayaan dari Rumah ‘Monyet’

-Opini-3.082 views

Oleh: Yos Nggarang Sekjen Pergerakan kedaulatan Rakyat (PKR) – Ibarat sebuah kampung bernama RI. Dalam kampung itu ada rumah Irian Irja, rumah DKI dan rumah-rumah lain. Rumah Irja kasih makan rumah lain. Tapi, dalam rumah Irja itu sendiri kelaparan. Ini terjadi karena aturan kampung itu menyebutkan: apa yang dihasilkan rumah kami harus untuk kampung.

Dapat dibayangkan, satu rumah kelaparan karena memberi sumbangan pada kampung, sementara rumah lain kekenyangan karena aturan memang belum mewajibkan dia memberi sumbangan pada kampung. Apa ini adil?”

Diatas adalah kutipan Wawancara Barnabas Suebu dengan Majalah Matra edisi bulanan no.56,
Wawancara bulan Maret, tahun 1991 di Irian Jaya.

Kutipan Wawancara diatas masih relevan dengan kondisi Irian Jaya (Papua) sekarang. Bahwa memang Papua itu masih beku atau di bekukan, belum terlalu berubah. Sumber daya alam di nikmati oleh rumah-rumah lain di dalam kampung yang bernama Indonesia.

Ucapa Bernabas dalam wawancara ini sempat membuat berang Jakarta, itu yang di tenggarai menjadi alasan barnabas tidak lagi di calonkan oleh Partai Golkar Gubernur untuk masa jabatan kedua (saat itu pemilihan gubernur masih di pilih oleh DPRD).

Setelah lima tahun tersingkir, kemudian dia maju lagi dalam pemilihan langsung dan dia menang. Dalam masa jabatan periode ini dia kena kasus.

Point saya bukan soal Bernabas sebagai figur, tetapi pernyataannya mengenai keadaan Papua 29 tahun lalu masih sama dengan sekarang, tidak ada perubahan yang sangat berarti.

Keterengan: Irian jaya adalah provinsi yang kini mekar menjadi dua Peovinsi. Sekrang bernama Provinsi Papua DAN papua Barat.
RI- Republik Indoneisa.

Komentar

News Feed