oleh

MRT Desak Komitmen PLN Soal Listrik Mati

indonesiakita.co – Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mendesak kepada PT PLN (persero) terkait komitmen terkait pasokan listrik. Hal ini tentunya masih terkait adanya pedaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, yang tentunya juga menggangu aktivitas MRT.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya banyak mengalami kerugian atas peristiwa tersebut. “Kami tidak mau bicara kompensasi di sini karena persoalannya kan kita kehilangan hal-hal yang tidak bisa dihitung begitu ya. Soal penumpang yang mengalami kerugian, kalau menggunakan mekanisme kompensasi PLN kan itu tidak menggambarkan sebenarnya kerugian,” ujarnya, di Jakarta, hari ini.

William juga berharap PLN sungguh-sungguh berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik, dalam hal ini untuk pengoperasian MRT. Sebab MRT akan berhenti beroperasi tanpa adanya pasokan listrik.

“Yang kita ingin minta adalah komitmen PLN untuk memberikan komitmen bahwa tidak terjadi lagi hal-hal yang seperti kemarin. Karena dampak dari kejadian kemarin itu adalah situasi bahwa ternyata pasokan listrik itu bisa terhenti. Dan kalau pasokan listrik terhenti, MRT Jakarta otomatis terhenti,” tutupnya.
 
Sebagaimana diketahui sebelumnya, PT PLN (Persero) menambah kehandalan pasokan listrik untuk moda tranportasi ‎Mass Rapid Transit (MRT). Pasokan tambahan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Senayan.

Direktur Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS mengatakan, PLTD Senayan merukan pembangkit bersejarah, beroperasi pada 1962 saat era kepemimpinan Presi‎den Soekarno. 

Pembangkit ini dahulunya dibuat untuk memperkuat pasokan listrik di Senayan guna mendukung pesta olahraga negara berkembang (Games of New Emerging Forces/Ganefo).‎ “PLTD historis dibangun saat pelaksanaan Asian Games pertama 1962,”ujarnya, di PLTD Senayan, Jakarta, pada Kamis 8 Agustus 2019 lalu. (Fel)

Komentar

News Feed