oleh

Rizal Ramli: Pemerintah Asal Sebut Krisis, Padahal Sebetulnya Peluang!

indonesiakita.co – Ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan bahwa mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit meningkat. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah diskusi ‘Ekonomi RI Terancam Nyungsep’ di salah satu stasiun tv swasta malam ini.

Rizal menyebut masalah yang terjadi tidak hanya pada sektor makro saja, melainkan masalah perdagangan yang menurutnya merusak skema ekonomi Indonesia.

“Menteri perdagangan kita selama ini tidak bekerja untuk memajukan Ekspor Indonesia, tapi bekerja untuk importir asing ke Indonesia, itu masalahnya,” tegas Rizal.

Ia menjelaskan, bahwa hal tersebut terjadi di banyak sektor. “Kita bisa lihat pada produk pertanian, baja, semen dan tekstil. Poin saya.. pak Jokowi jangan ngomong doang, pecat dong menteri perdagangannya,” sambung Rizal.

Mantan anggota tim panel penasihat ekonomi PBB ini menjelaskan, bahwa selama ini sektor perdagangan dan industri tidak selaras.

“ Dua lembaga ini gak pernah nyambung, terkoordinasi, karena kita ikut model liberal. Padahal kalau kita lihat, ada beberapa negara yang menggabungkan perdagangan dan industri di beberapa negara seperti Jepang misalnyq, dan hasilnya bagus kok, seperti MITI (Ministri of International Trade and Industry).

Namun yang terjadi di Indonesia menurutnya, banyak hal yang terlihat seolah dibuat-buat. “Di negara kita, ini ada-ada aja, yang gak perlu diimpor dilakukan, misalnya baja, padahal kualitas baja kita lebih baik daripada Tiongkok kok,” ungkapnya.

Rizal menambahkan, bahwa banyak cara untuk melakukan pertumbuhan ekonomi. “Banyak cara, ini ilmu biasa saja. Misalnya, krisis, biasanya kita bilang krisi.. padahal ada opportunity (peluang-red). Harusnya kita bisa lihat di balik krisis ada peluang, dan kita butuh pemimpin yang paham akan hal ini,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed