oleh

Wiranto Mumet Digugat Kivlan Zen Soal PAM Swakarsa

indonesiakita.co – Gugatan mantan Kas Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto soal pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) pada 1998 kian memanas. Saat ditanya awak media, Wiranto justru tak ingin masalah tersebut diungkit kembali.

“Udah saya bilang tidak usah ditanggapi. Saya senyum saja, itu urusan masa lalu, urusan militer. Sudah ya,” kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, hari ini.

Wiranto menjelaskan bahwa Pam Swakarsa dibentuk demi keamanan negara. “Gugat kan dari banyak orang silakan. Yang penting kita kan profesional. Kerja bener. Kerja untuk negara, untuk kebaikan, untuk keamanan. Gugat siapapun silakan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, gugatan yang dilayangkan tersebut terkait perintah Wiranto ke Kivlan Zen untuk membentuk Pam Swakarsa pada 1998. Wiranto saat itu menjabat Panglima ABRI (sekarang TNI) dengan pangkat jenderal.

“Adanya perbuatan melawan hukum terhadap Pak Kivlan,” ujar kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta saat dihubungi wartawan, hari ini.

Tonin menyebutkan, bahwa Wiranto menjanjikan pembentukan itu akan dibiayai Rp 8 miliar. Namun, Kivlan mengaku hanya menerima Rp 400 juta. Akibatnya, Kivlan memakai dana pribadi untuk menutupi kekurangan anggaran.

Ia menambahkan, saat itu, Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie telah menyetujui kucuran dana untuk membentuk Pam Swakarsa.
“Pak Kivlan ke Pak Habibie ada saksinya. Nah itu yang ditagih terus sama beliau dari tahun 1999 sampai April 2019 kemarin,” tutupnya.

Sebagai informasi, PAM Swakarsa adalah kelompok sipil bersenjata yang dibentuk untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR) tahun 1998. Pam Swakarsa berkali-kali terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa. (Waw)

Komentar

News Feed